• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Presiden Jokowi Sampaikan Tiga Hal Penting Kerawanan Bencana Indonesia

24 July
09:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Melalui akun Instagram (IG) pribadinya, @jokowi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) poasting mengenai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 2019 di Istana Negara, Jakarta, yang membahas Kerawanan Bencana di Indonesia, seperti dilihat RRI, Rabu (24/7/2019).

Lewat media sosial, Jokowi menyampaikan 3 (tiga) hal mengenai kerawanan bencana di Indonesia, yaitu:

Pertama, saya ingin agar semua pihak sensitif dan antisipatif terhadap bencana, terutama mengingat Indonesia negara yang paling rawan karena berada dalam kawasan cincin api atau ring of fire. Indonesia memiliki gunung-gunung api yang aktif. Banjir dan longsor juga selalu ada setiap tahun.

Kedua, saya mengingatkan hubungan pemerintah pusat dan daerah harus terjalin dengan baik. Jadi, kalau satu daerah rawan bencana, ya sampaikan dengan tegas bahwa daerah ini rawan gempa, lokasi ini rawan banjir. Jangan dibangun bandara, bendungan, perumahan.

Ketiga, pendidikan kebencanaan harus disampaikan secara masif kepada masyarakat, di sekolah-sekolah, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Seperti kemarin yang agak ramai mengenai potensi megathrust, ya sampaikan apa adanya. Bukan meresahkan, tapi mengedukasi, memberikan pelajaran kepada masyarakat.

Dalam kesempatan Rakornas BMKG, Kepala Negara mengingatkan, bahwa negara Indonesia adalah termasuk yang paling rawan bencana. Karena itu, selain harus mengantisipasi, mesti ada edukasi besar-besaran kepada masyarakat bahwa Indonesia rawan bencana.

“Semuanya tahu Indonesia berada di dalam Ring of Fire, di dalam kawasan cincin api, memiliki gunung-gunung berapi yang aktif. Banjir, longsor juga selalu setiap tahun ada. Inilah fungsi-fungsi yang harus diperankan agar masyarakat tahu, masyarakat memahami,” kata Presiden Jokowi dalam Rakornas BMKG di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Presiden meyakini semua risiko yang dimiliki ini bisa diminimalkan, bisa dikurangi apabila ada peringatan-peringatan dini terhadap daerah-daerah yang rawan bencana, terhadap lingkungan-lingkungan yang rawan bencana.

Diakui Presiden jua, sekarang jika ada gempa, misalnya 5,5 skala richter atau di atasnya, langsung di TV keluar ada tidaknya potensi tsunami, yang dulu hal ini tak pernah dilakukan stasiun televisi. Baginya, hal ini sangat positif dan merupakan sebuah lompatan besar dari sisi informasi publik dari BMKG kepada masyarakat.

“Kalau ada tsunami, diterangkan. Ada yang terangkan di TV, biasanya Bu Ketua (BMKG) langsung beserta jajarannya. Kami melihat itu jelas penjelasannya, gamblang. Ini yang diperlukan, sehingga masyarakat juga tidak resah dan khawatir. Kalau kira-kira potensi tsunami yang sudah enggak ada, sudah stop, juga disampaikan,” ujar Presiden Jokowi.

Edukasi Bencana Sejak Dini Secara Berjenjang

Jokowi menilai, potensi bencana yang selama ini dihadapi bangsa Indonesia memerlukan sensitivitas dan responsif dari aparat sampai peralatan yang dimiliki.

Menyikapi semua itu, Presiden Jokowi menekankan perlunya dilakukan edukasi secara besar-besaran kepada masyarakat bahwa Wilayah Indonesia memang rawan bencana. Edukasi ini harus dilaksanakan  intensif berjenjang, sejak tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, bahkan hingga Perguruan Tinggi, sampaikan semua apa adanya.

“Seperti kemarin agak ramai mengenai potensi megathrust, ya sampaikan apa adanya, memang ada potensi kok. Bukan meresahkan, tapi sampaikan kemudian tindakan apa yang harus dilakukan, step-stepnya seperti apa,” terang Presiden Jokowi.

Dirinya juga menambahkan, hal itu adalah mengedukasi, memberikan pembelajaran pada masyarakat, sehingga lama kelamaan juga nantinya terbiasa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00