• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Kejati Sumsel Usulkan Eksekusi Terpidana Mati di Daerah

23 July
15:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palembang : Bendera perang terhadap narkotika di Sumatera Selatan semakin kencang berkibar. Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan akan mengusulkan eksekusi terpidana mati kasus narkotika di daerah.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Sugeng Purnomo, mengungkapkan, pihaknya telah membicarakan usulan ini bersama para jaksa ditingkat Kejaksaan Tinggi dengan harapan dapat memperkuat upaya penegakan hukum kasus narkoba.

Sugeng mengatakan, sampai dengan saat ini tercatat 11 orang terpidana kasus narkoba di Sumatera Selatan yang dijatuhi hukuman mati dan semuanya masih dalam tahap banding. Bila memang kemudian usulan ini diakomodir maka bagi terpidana mati yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht) dapat segera dieksekusi  di Sumatera Selatan.

“Apabila itu kita lakukan ditempat setidaknya akan menjadi peringatan keras kepada mereka yang akan melakukan penyalahgunaan narkotika, khususnya bagi yang masuk dalam  kategori pengedar,” tegas Sugeng dalam dialog Opini Publik Solusi dan Klarifikasi (OPUSK) bersama RRI Pro1 Palembang, Selasa (23/7/2019).

Menurut Sugeng, eksekusi terpidana mati selama ini dilakukan di Nusa Kambangan dengan pertimbangan kondisi situasi keamanan yang jauh lebih baik. Namun, disisi lain dirinya menilai perlu ada langkah progresif dengan menerapkan ekseskusi mati di daerah yang memang diketahui memiliki tingkat kasus narkotika yang tinggi.

“Tapi ini perlu juga dipetakan dan perlu pertimbangan dari pihak kepolisian, apakah memang perlu ada daerah atau wilayah yang menerapkan seperti ini karena situasi kondisi masing-masing daerah tidak sama,” jelas Sugeng.          

Kasus narkotika di Sumatera Selatan menurut catatan kejaksaan terbilang cukup tinggi. Dari 264 perkara Pidana Umum (Pidum) yang ditangani, sebanyak 169 diantaranya merupakan perkara narkotika dan 11 orang telah divonis mati karena kasus penyalahgunaan narkotika. Para terpidana mati ini masih mengajukan upaya hukum kasasi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00