• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Badan Karantina Pertanian Jamin Sapi di Tanjungpinang Bebas Penyakit Berbahaya

23 July
10:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tanjungpinang: Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang,  Doni Muksyidayan menjamin hewan kurban khusus sapi bebas dari penyakit menular dari daerah asalnya.

“Hampir semua sapi yang masuk ke Tanjungpinang pasti melalui pemeriksaan karantina tidak akan ada yang lolos,” tegas Doni Muksyidayan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Selasa (23/7/2019).

Dikatakan Doni, agar terbebas dari penyakit menular, itu harus dibuktikan dengan bukti uji lab dari daerah asal sebagai syarat memperoleh izin dari kantor karantina daerah asal hewan sebelum memasuki wilayah tujuan seperti Tanjungpinang.

“Kita mewajibkan hewan kurban harus bebas dari penyakit menular seperti Bruselosis maupun Jembrana,” katanya.

Salah satu yang diantisipasi adalah sapi harus bebas dari penyakit Bruselosis dan bebas dari penyakit Jembrana. Terkait pengawasan lalu lintas sapi yang masuk ke Tanjungpinang Doni juga mengungkapkan, bahwa  saat ini masih terus berkoordinasi dengan pedagang yang mendatangkan sapi ke Tanjungpinang dan Bintan dan semua itu sudah didata, tidak ada yang mendatangkan sapi diluar pengawasan pihaknya. 

"Kebanyakan sapi didatangkandari daerah Pekan Baru, Lampung,  Padang dan Jambi, semua sudah melalui karantina, tidak ada yang diluar pemeriksaaan kami dan pelabuhannya juga khusus, tidak semua pelabuhan bisa bongkar sapi," ungkapnya.

Doni juga mengatakan, Jika ditemukan hewan yang memiliki penyakit menular itu maka pihak karantina tentunya akan menolak hewan itu untuk didatangkan dari daerah asalnya, itu sudah pernah dilakukan bahkan pada bulan Mei 2019 lalu dari daerah kualatungkal Jambi terdapat empat ekor sapi yang terjangkit penyakit Jembrana. 

"Saat diperiksa karantina Jambi dan positif terkena penyakit Jembrana,  maka sapi yang sudah dinaikkan ke kapal diturunkan kembali," imbuhnya.

Sebelumnya daerah - daerah yang akan mengirimkan hewan kurban ke Tanjungpinang juga sudah mengetahui syarat agar hewan kurban bisa didatangkan ke Tanjungpinang. Setelah berada di Tanjungpinang Sapi itu kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim.

“Kita rutin melakukan pengecekan kesehatan, seperti antomortem dan posmorten," pungkasnya.

  • Tentang Penulis

    RISFAN BADRIAN

    Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur.

  • Tentang Editor

    Hanum Oktavia

    Editor RRI Malang

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00