• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Hari Anak Nasional, Seskab : Perkembangan Anak Harus Didampingi

23 July
10:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengingatkan, seorang anak merupakan masa depan bangsa dan negara. Sehingga, pendidikan formal maupun keluarga menjadi hal utama di dalam tumbuh kembang anak itu sendiri. Ibaratnya menjadi sebuah asupan bagi tubuh anak dalam masa pertumbuhannya.

Untuk itu, selain memberikan pendidikan dan juga perlu mengenalkan anak kepada lingkungan sekitarnya, keluarga dan pemerintah wajib memberikan ruang kreasi yang seluas-luasnya bagi anak.

“Agar anak tumbuh dengan kegembiraan, keceriaan, keriangan, tetapi tidak kalah penting adalah dia juga mempersiapkan diri untuk menjadi seseorang di kemudian hari,” kata Seskab dalam wawancara menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang jatuh pada 23 Juli, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, seperti dilihat RRI dari laman resmi Setkab RI, Selasa (23/7/2019).

Seskab menyarankan, agar mata pelajaran tidak lagi perlu terlalu overload atau terlalu banyak. Pemerintah harus memikirkan bahwa anak paling utama adalah bisa berkembang sesuai dengan kebutuhannya.

“Seharusnya semua belajar (memahami), bahwa mata pelajaran yang berlebihan tidak membuat anak menjadi semakin pandai, tetapi menjadi beban akhirnya (berujung) stress. Sehingga dengan demikian, pemerintah harus mengubah pola pendidikan, kemudian juga keluarga harus menyesuaikan,” terang Seskab.

Yang tidak kalah penting menurut Pramono, anak harus betul-betul diberikan ruang untuk berkreasi sebanyak mungkin, karena sekarang ini era sudah berubah, tantangan zaman sudah berubah, anak juga harus dipersiapkan untuk beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

Diakuinya, setiap keluarga tentunya memiliki cara cara pendekatan yang berbeda-beda. Tetapi, secara umum harus ada persamaan bahwa Indonesia sekarang ini sebagai negara yang akan menjadi negara menengah dan mudah-mudahan suatu hari akan menjadi negara besar (dalam ekonomi dan industri). Karena itu, anak-anak harus dipersiapkan ke arah itu. Sehingga dengan demikian, pendidikan menjadi penting, agama juga hal yang penting.

“Mengenal lingkungan bahwa Indonesia yang multietnik, multikultur, dan berbeda agama, berbeda bahasa, yang diikat dalam ideologi Pancasila itu juga menjadi penting. Tetapi dari semua itu, anak harus betul-betul diberikan ruang yang cukup untuk mengenal keluarganya, agamanya, pendidikannya, dan yang tidak kalah penting adalah teknologi itu jangan kemudian menjadi persoalan bagi anak tersebut,” imbuhnya.

Seskab setuju, anak jangan diberikan kebebasan berlebihan dan jangan pula diberikan hambatan terlalu banyak (berlebih). Bahwa anak itu perlu mengenal sosial media, mengenal dunia luar, itu diakui perlu, tetapi harus dalam batasan dan pendampingan orang tua.

“Tetapi juga jangan berikan anak kebebasan untuk semaunya sendiri mengenal sosial media, pasti banyak anak Indonesia yang tidak siap untuk itu. Sehingga dengan demikian, pendampingan oleh keluarga, guru, pendampingan oleh lingkungannya terhadap teknologi, menjadi hal yang sangat penting sekali,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00