• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Terlalu Besar, Sejumlah Sapi untuk Kurban Tak Laku Dijual

22 July
21:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen : Setengah bulan menjelang hari raya Idul Adha, ratusan sapi jantan memenuhi Pasar Hewan Nglangon, Sragen. Meski demikian, para pedagang mengaku terpaksa membawa pulang dagangan sapinya karena tak laku.

Hal ini terjadi, karena ukuran sapi terlalu besar dan tak masuk kalkulasi pembeli. Sehingga blantik, (pedagang sapi) membawanya pulang.

"Saya bawa pulang semua Mas. Tadi nggak bisa jual. Yang banyak dicari harga Rp19 juta-Rp21 juta. Punya saya harganya Rp26 juta-Rp27 juta. Pada nggak berani," ujar Marno, pedagang sapi asal Kedawung, Sragen, Senin (22/7/2019).

Dia menuturkan, ada enam sapi yang dibawanya dan terpaksa semua dikandangkan lagi. Menurutnya, menjelang hari raya Kurban, permintaan sapi memang meningkat. 

Akan tetapi tak semua sapi gemuk bisa laku karena harganya terlalu tinggi. Ia mengakui menjelang kurban harga memang naik sekitar Rp2 juta di banding hari biasa.

"Permintaan memang tinggi. Tapi ya itu tadi, harganya kadang yang nggak sesuai dengan uang pembeli," tuturnya. 

Senada, Warsono, pedagang asal Tangen Sragen juga membawa pulang enam ekor sapinya dari sembilan yang dibawa ke pasar. Enam ekor itu terpaksa dipulangkan lagi karena harganya juga di atas kemampuan pembeli.

"Hari ini agak kendor. Nggak ada yang beli. Saya bawa 9 cuma laku 3. Karena harga yang dicari paling banter Rp21 jutaan, saya bawanya yang di atas itu. Kalau harga sebenarnya ada kenaikan Rp

1,5 juta dari hari biasa. Tapi tahun ini memang agak sepi karena mbarengi anak masuk sekolah ini," tuturnya.

Petugas Pasar Nglangon dari Disnakkan, Sragen, Widodo mengakui memang ada peningkatan jumlah sapi menjelang hari raya Kurban. Jika pasaran biasa hanya 300 sapi, menjelang kurban saat ini jumlah sapi yang masuk mencapai 450-500 ekor.

Kalau dari segi harga, menurutnya ada kenaikan di kisaran Rp500.000 sampai Rp1 juta. 

"Harga yang paling dicari adalah kisaran Rp19-Rp21 juta. Pembelinya banyak, tapi kadang standar harganya di bawah sapi yang ada. Kebanyakan nyarinya maksimal Rp21 juta, nah kadang pedagang bawanya yang di atas harga itu. Tapi sekarang juga banyak yang memilih beli ke pengepul di rumah. Jadi juga mengurangi transaksi di pasar. Beda kalau dulu kan semua yang kurban nyarinya ke pasar," paparnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00