• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menteri Susi Ajak Negara Sahabat Basmi Ilegal Fishing

22 July
16:56 2019
0 Votes (0)

 KBRN, Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak negara-negara lain untuk memberantas illegal, unreporterd and unregulated fishing (IUU Fishing). Menteri Susi mengatakan, keberlangsungan stok sumber daya alam suatu negara, sangat berpengaruh bagi negara lain.

Susi mencontohkan,  ikan tuna sirip kuning (yellowfin) dunia, dipasok dari laut Indonesia. Indonesia merupakan pengekspor utama perikanan di Asia Tenggara dan pengekspor tuna terbesar di dunia. Jika pasokan ikan Indonesia tengganggu akibat IUU fishing maka pasokan dunia terganggu. OLeh sebab itu, sumber daya laut dunia harus dijaga.

“Kebijakan negara yang baik sebenarnya bisa membawa kehidupan miliar orang. Saya percaya anda semua disini adalah pemimpin. Pemimpin yang dapat bekerjasama dengan pemimpin lain untuk melindungi sumber daya global. Sumber daya itu sangat penting bagi kehidupan orang,” kata Menteri Susi dalam pembukaan Lokakarya Internasional tentang IUU Fishing dan Kejahatan Terorganisir di Industri Perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Senin (22/07/2019).

Indonesia sangat serius memberantas IUU Fishing apalagi wilayah Indonesia lebih luas laut ketimbang daratan. Di bawah era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, orientasi Indonesia adalah laut sebagai masa depan bangsa. Misi baru  Joko Widodo, ditindaklanjuti dengan membuat pondasi penting yakni   yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan.

 “Presiden Jokowi memulai misi baru untuk Indonesia. Sebelumnya pertanian menjadi maritim.  Menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Ini Sangat realistis karena sebagian wilayah kita adalah laut,” ujarnya.

Menteri Susi juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap illegal fishing kepada dunia. Susi menginginkan keberhasilan Indonesia dalam memberantas IUU, dapat menjadi contoh bagi negara lain. Oleh sebab itu, KKP menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan lokakarya Internasional tentang IUU Fishing dan Kejahatan Terorganisir di Industri Perikanan.

“Indonesia sudah maju ya (Dalam pemberantasan IUU). Salah satu keberhasilan kita di G20 adalah artikel 40 yang mengadopsi IUU Fishing sebagai kejahatan serius yang harus disikapi bersama. Saya ingin menekankan untuk satu dua hari ke depan untuk pelatihan dan seminar karena penting untuk memahami makna IUU Fishing terhadap samudera dan sumber daya kelautan kita. Workshop ini melatih mereka untuk menganilisa IUU. Selain itu, ini operasi bersama untuk berbagi informasi,” ujarnya.

Pelatihan yang digelar pada tanggal 22-28 Juli 2019 itu akan digelar di sejumlah kota seperti Tegal  dan DIY Yogyakarta. Pelatihan internasional tersebut bakal diikuti oleh sekitar 15 orang yang berasal dari negara-negara dari kawasan Asia-Pasifik, Afrika, dan kawasan Timur Tengah. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00