• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Ngarep Kursi Ketua MPR, Demokrat Ingin 'Mesra' dengan PDI Perjuangan

22 July
16:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Posisi Ketua MPR RI menjadi incaran bagi hampir semua partai politik. Tidak terkecuali Partai Demokrat.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syariefuddin Hasan mengakui bahwa, berdasarkan hasil Pemilu Legislatif tahun 2019 lalu, PDI Perjuangan memiliki peluang yang paling besar untuk menempatkan kader terbaiknya menjadi Ketua MPR RI. Maka dari itu, saat ini partainya masih menunggu perkembangan politik dalam beberapa bulan ke depan untuk menentukan mereka akan bergabung dengan paket yang mana.

"Demokrat saat ini menunggu dulu lah. Karena kan masih ada 3 bulan lah ya, sekarang kan bulan Juli. Juli, Agustus, September, Oktober, masih katakanlah 2,5 bulan," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Meski demikian, ditekankannya kalau Partai Demokrat memiliki sejarah yang 'mesra' dengan PDI Perjuangan, misalkan pada tahun 2009, di periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sempat ada deal dengan partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu. Yang mana saat itu, Demokrat yang menduduki kursi Ketua DPR juga memberikan kesempatan kepada PDI Perjuangan untuk menduduki kursi Ketua MPR RI. 

"Jadi 2009-2014 saya pikir masa-masa mesranya Demokrat dengan PDIP. Pada saat itu Partai Demokrat Ketua DPR, PDIP jadi Ketua MPR. Dan itu didukung penuh oleh Partai Demokrat. Bahkan saya sempat juga berkunjung ke rumahnya Ibu Megawati pada saat itu," ujarnya.

Kemesraan seperti itu diharapkannya dapat terulang lagi pada paket pimpinan MPR RI nanti.

"Nah kalau saja itu terjadi pengulangan sejarah, saya pikir baik untuk bangsa. Jadi kalau saja ya, dan bila teman-teman setuju dan PDIP juga setuju, mudah-mudahan, kalau saja terjadi Ketua DPR-nya adalah PDIP, mungkin bagus juga kalau MPR-nya itu dijabat oleh Partai Demokrat," harapnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00