• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Menilai Anyaman Dewi Sri Rp 25 Juta dan Instalasi Getah Getih Rp 550 Juta

22 July
14:42 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Patung Dewi Sri dari anyaman bambu di obyek wisata terasering Jatiluwih menjadi perhatian publik. Pasalnya, patung yang dipersiapkan untuk Festival Jatiluwih 2019 itu tampak sangat detil, sehingga siapapun yang memandangnya seolah ikut merasakan keindahan dan getaran suksma Dewi Sri yang terkenal sebagai Dewi Padi.

Salah seorang seniman penggarap patung Dewi Sri, yakni I Gusti Ngurah Arya Udianata menjelaskan, proses pembuatan patung memakan waktu 45 hari atau 1,5 bulan.

“Proses pembuatannya memakan waktu 1,5 bulan. Tingkat kerumitan tertinggi adalah membuat karakter wajah dan detil jari. Karena semakin kecil, tingkat kerumitannya semakin besar,” ujar Ngurah Arya Udianata.

Untuk pembuatannya, menghabiskan lebih kurang 500 batang bambu yang dibeli dari kebun-kebun bambu warga, dan hanya menghabiskan dana kurang lebih Rp 25 juta.

Menurutnya, patung Dewi Sri dibuat untuk tempo waktu sekitar enam bulan lamanya. Soal ketahanannya, jika tak dipindah-pindah, ia memprediksi tak akan terjadi kerusakan berarti. 

“Paling berubah warna menjadi tambah hitam. Asal tidak dipindah-pindah, kurang lebih bertahan selama enam bulan. Patung Dewi Sri ini dipernis saja untuk ketahanannya,” tandas Ngurah Arya.

Seni Instalasi Bambu Getah Getih DKI Jakarta

Bali punya patung anyaman bambu Dewi Sri, DKI Jakarta juga sempat punya Seni Bambu yang diberi nama Getah Getih Pasukan Majapahit, yang dipasang pada 14 Agustus 2018 di Bundaran HI dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada 15 Agustus 2018. 

Anies sendiri berniat membuat karya seni bambu ini dalam rangka menyambut Asian Games 2018. 

Perancang instalasi seni Getah Getih bernama Joko Avianto. Dia menghabiskan waktu selama sepekan untuk menyelesaikan proyek yang diminta dari Anies. Sebelum mengerjakan proyek seni itu, Joko menyiapkan segala sesuatunya selama dua pekan.

Joko memerlukan sembilan orang untuk membantunya dalam merancang lilitan bambu raksasa tersebut, yang dimulai pada Kamis, 9 Agustus 2018, dan menghabiskan lebih kurang 1.500 batang bambu, dengan pengerjaan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB.

Instalasi Getah Getih memiliki filosofi perjuangan bangsa Indonseia untuk lepas dari penjajahan yang saat itu bersenjatakan bambu runcing. Menurut Joko, konsep karyanya itu dinamakan "Getah Getih Pasukan Majapahit", yang diibaratkan kekuatan pasukan Majapahit yang memiliki makna persatuan.

"Getah itu putih, getih itu merah, artinya merah-putih. Pasukan Majapahit sudah pakai bendera itu zaman dulu, tapi bukan bersatu merah dan putih, belum bersatu," kata Joko.

Untuk pembiayaan, Seni Getah Getih ini menelan biaya Rp 550 juta, yang kemudian dikonsorsiumkan oleh 10 BUMD.

Meskipun menelan biaya mahal, instalasi seni tersebut hanya mampu bertahan selama 6-12 bulan saja. Namun pada 17 Juli 2019, Pemprov DKI Jakarta akhirnya membongkar seni instalasi seharga setengah miliar itu, dengan alasan instalasi bambu Getah Getih sudah mulai rapuh karena faktor cuaca.

Bekas tempat berdirinya instalasi seni bambu Getah Getih itu kabarnya akan dibuat taman sambil menunggu rencana selanjutnya.

Seni Anyaman Bambu Dewi Sri Versus Seni Instalasi Bambu Getah Getih 

Melihat fenomena seni anyaman bambu dan seni instalasi bambu tersebut, wajar jika ada yang akan ebrtanya apa perbedaan antara keduanya.

Ketika ditanya mengenai tingkat kerumitan antara Seni Anyaman Bambu Dewi Sri dengan Seni Instalasi Bambu Getah Getih, kreator Anyaman Bambu Dewi Sri, I Gusti Ngurah Arya Udianata enggan membandingkannya di muka umum. Penyebabnya adalah, dirinya ingin membiarkan masyarakat yang menilainya, karena keduanya adalah sama-sama karya seni.

"Kedua, menurut saya, setiap karya memiliki tingkat kerumitannya masing-masing," kata Udianata, Senin (22/7/2019). (Foto: BRS/Bali)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00