• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Anak Buah Prabowo: Tiga Falsafah Jawa yang Dilakoni Jokowi Karena Ingin Kebersamaan

21 July
22:58 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memegang teguh falsafah Jawa dalam kehidupannya sehari-hari. Menurut dia, falsafah Jawa yang diutarakan Jokowi itu karena ingin adanya kebersamaan dalam membangun bangsa ini.

Pasalnya menurut anak buah Prabowo Subianto ini, tiga falsafah Jawa yang dijalankan Jokowi mengandung arti yang tinggi karena ada pesan moral bagi semua pihak, tidak terkecuali bagi para pemimpin.

"Itu pesan moral yang di sampaikan Kangmas Joko Widodo tentang sebuah kepemimpinan, kekuasaan dan hidup di masyarakat yang dalam filsafat Jawa yaitu, 'lamun siro sekti, ojo mateni', 'meskipun kamu sakti atau kuat, jangan suka menjatuhkan," katanya, Minggu (21/7/2019).

Maknanya menurut Arief, jika kita memiliki sebuah kepandaian atau pengetahuan yang lebih, pengetahuan itu harus digunakan untuk sebuah dedikasi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam ujud masyarakat, dan bukan untuk saling menjatuhkan sesama.

Lebih lanjut menurut dia, 'lamun siro banter, ojo ndhisiki' atau 'meskipun kamu cepat, jangan mendahului' memiliki makna bahwa kita senantiasa eling, atau ingat kepada Tuhan yang Maha Kuasa dan selalu waspada. Sekalipun lebih cepat atau lebih dahulu mengetahui sebuah pengetahuan, kita jangan sampai mendahului kehendak tuhan.

"Artinya juga kita jangan mendahului keinginan keinginan kita pribadi sebagai pemimpin, tetapi lebih mendahulukan hasrat dan keinginan masyarakat lebih dulu," imbuhnya.

Adapun falsafah ketiga, tambahnya, yakni 'lamun siro pinter, ojo minteri' yang berarti 'meskipun kamu pandai, jangan sok pintar'. Maknanya menurut Arief, janganlah sebuah kepandaian dan pengetahuan dijadikan untuk menipu atau menjebak rakyat, tetapi hanya untuk kebaikan sesama.

"Kangmas mengingatkan 3 bentuk filsafat Jawa yang bisa kita gunakan sebagai pegangan hidup kita dalam bermasyarakat. Dan pesan moral bagi para elite politik, pemimpin di Indonesia," tandasnya.

Ditekankan Arief, tiga kata-kata filsafat Jawa ini memiliki makna yang sangat tinggi. Makanya, diakui dia kalau ketiganya tidak gampang dilakoni. Meski demikian, menurut Arief, Jokowi sejauh ini sudah menjalankan ketiganya dalam kepemimpinan, dan kehidupannya selama ini.

"Konteksnya Pak Joko Widodo ingin adanya sebuah kebersamaan dalam membangun negara dan dari sisi ekonomi bisa diartikan silakan menjadi pengusaha yang sukses dan maju atau konglomerasi tetapi jangan matiin usaha usaha orang kecil," ujarnya.

"Yang kuat dan mampu diajak untuk saling kerjasama dengan yang tidak kuat dan jangan justru menekan dan mematikan. Sangat bagus ya untuk bisa didalami dan dijalankan oleh kita semua. Sing wicaksono sing ndalemi. Sing edan sing ora dalemi," tukas Arief.

Perlu diketahui, tiga falsafah Jawa itu ada di cuitan pada akun Twitter milik Jokowi, @jokowi pada pukul 08.20 WIB tadi. Hingga berita ini dilaporkan, cuitan Jokowi itu sudah tayang sebanyak lebih dari 274 ribu kali dan diretweet oleh 5.323 akun. Cuitan itu pun disukai oleh lebih dari 21 ribu pengguna Twitter.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00