• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

PDPM Kab Buleleng Gelar Penyuluhan Narkoba

21 July
09:00 2019
1 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Buleleng menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng, Sabtu (20/7/2019) malam menggelar penyuluhan anti  narkoba  di Jalan Anggur Kampung Bugis Singaraja.

Penyuluhan anti narkoba yang diselenggarakan PDPM bekerjasama dengan BNN Kabupaten Buleleng, seperti diungkapkan Ketua Panitia Sholeh Abidin, merupakan bagian dari dakwah beramal ma’ruf nahimunkar dalam upaya memerangi maraknya peredaran narkoba yang menjangkit generasi muda. Melalui kegiatan ini diharapkan beberapa kelurahan yang penduduknya berbasis Islam dalam wilayah Kota Singaraja yang sebelumnya masuk zona merah bisa berubah menjadi zona hijau.

“Mudah-mudahan dengan langkah yang kecil ini, kedepan Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kota Singaraja yang oleh BNN disebut zona merah, kembali lagi menjadi zona hijau. Artinya generasi kita terbebas dari narkoba,” ucapnya. 

Sementara itu Lurah Kampung Bugis diwakili Kepala Lingkungan 2 Kampung Bugis, Sudarmo menyambut  antusias kegiatan penyuluhan narkoba yang dilaksanakan PDPM Buleleng. Pihaknya prihatin dengan kondisi segelintir remaja pemuda di Kampung Bugis yang terjerat kasus narkoba dan untuk  memberantas narkoba adalah tugas kita bersama.

Hal senada juga diungkapkan PDPM Kabupaten Buleleng, Ali Susanto yang begitu mengapresiasi inisiasi dari anak-anak muda Muhammadiyah yang memanfaatkan momen pra Musda 28 Juli nanti, dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan anti narkoba sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap maraknya kasus narkoba yang menimpa kalangan generasi muda khususnya di lingkungan setempat.

Kapolsek Kota Singaraja AKP I Gusti Ngurah Yudistira yang baru beberapa hari bertugas di Kabupaten Buleleng mengaku bangga bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Kampung Bugis, momen ini juga sekaligus dijadikan ajang silaturahmi.

“Saya hadir disini bersama rekan-rekan, jadi dapat masukan ternyata disini masih ada zona merah. Ini adalah PR kita bersama, bukan dari BNN saja, bukan dari kepolisian atau dari pihak koramil, tapi ini adalah usaha kita bersama,” ungkapnya. 

Sementara itu Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Kabupaten Buleleng, Syaerul dalam pemaparannya mengatakan, narkoba yang sudah ada sejak zama Rasulullah merupakan suatu zat yang berasal dari tanaman sintetis maupun non sintetis yang aktif menyerang otak dan organ tubuh lainnya.

“Yang diserang pertama otak, begitu diserang otak para pemakainya berubah, berubah sikap, berubah kesehatan. Sikap, dari yang dulu sering mengaji menjadi senin-kamis baru ngaji. Dulu taat sama orangtua, guru pengajian, berubah dia jadi melawan orangtua,” jelasnya. 

Kegiatan penyuluhan diwarnai pemutaran film tentang bahaya narkoba, sekaligus pelantikan anggota Relawan Anti Narkoba oleh BNN Kabupaten Buleleng. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00