• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BLK Ciptakan Pencari Kerja Siap Pakai Menuju Industri 4.0

20 July
09:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Tantangan Balai Latihan Kerja (BLK) kedepan untuk persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Industri 4.0, Motor GP terbuka lebar. Maka BLK harus mempersiapkan dan melanjutkan program revitalisasi kelembagaan berupa, sarana prasarna (Sarpras), tenaga kepelatihan (Instruktur) dan manajemen.

Wakil Ketua Komisi V DPRD provinsi Nusa Tenggara Barat HMNS. Kasdiyono mengatakan, strategi yang sudah dilakukan BLK sejak 2015 dalam menyiapkan tenaga kerja terampil  sangat banyak.

“BLK sudah mempunyai 7 tempat uji kompetensi, Masjid, Educational Hotel, sudah punya 9 Asesor, asesor metodologi dan tehnis sesuai kejuruan, sudah punya workshop metologi  dan bengkel sebagai tempat uji kompetensi,” katanya, Sabtu (20/7/2019).

“Sudah menyelenggarakan uji kompetensi kepada alumninya, bekerja sama dengan LSP2 BLK Surabaya,” tambahnya.

Kasdiyono menyebutkan, skema latihan di BLK juga sudah disesuaikan dengan skema uji dan disesuaikan dengan kebutuhan industri dengan melaksanakan TNA (training Need Analysis) yang bertujuan mendekatkan kompetensi siswa dengan kebuth industri.

Selain itu juga BLK Mataram  sudsh melakukan program boarding dengan mengirim para alumni ke BLK UPTP Kemenaker bidang kejuruan Las di Serang, Informasi Tekhnologi di Serang, Garmen di Semarang.
“BLK kita sudah mengikutkan siswa mengikuti program OJT (On the job training ) ke industri, agar mereka mengenal langsung dunia kerja,” tuturnya.

Politisi Demokrat ini mengakui jika BLK sudah mulai dikenal oleh masyarakat karena BLK mempunyai motto " Jembatan menuju sukses".

Fungsi jembatan lanjutnya, menyeberangkan orang atau pencari kerja (pencaker) dari tempat lama menuju tempat maupun tujuan yang baru.

“Agar orang mau lewat jembatan itu maka jembatan harus meyakinkan dan harus kuat. Untuk itu jembatan harus kokok, kuat, meyakinkan, sehingga semua unsur agar mendukung.  Unsur – unsur pendukungnya mulai dari yang kecil hinnga besar sebab semua dianggap penting, mulai dari baut, besi, mur semuanya punya peran penting, semua saling menguatkan, sehingga di manajemen BLK semua harus menjalankan fungsinya dengan baik jangan sampai ada yang terabaikan, nanti jembatan gagal,” tandasnya.

BLK sebagai lembaga pelatihan yang tugas pokok dan fungsinya melatih pencaker, sejak 2015 telah dirubah dengan paradigma baru yaitu kalau dulu kegiatan atau paket selesai dianggap selesai tugas Aparatur BLK.

Sekarang pola pikir itu telah dirubah, selesai penyelenggaran pelatihan adalah awal dari peran dan fungsi BLK yang sesungguhnya. Secara normatif selesai sesuai tupoksi, secara substantif itu adalah awal baru dimulainya pekerjaan BLK, yaitu mengawal siswa, dimonitor keberadaannya.

“Yang dibutuhkan BLK sekarang adalah instruktur otomotif, listrik dan bangunan, penambahan sarpras guna revitalisasi, kegiatan pelatihan dan uji kompetensi,” tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00