• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BKSDA Resor Pasaman Evakuasi Seekor Beruang Madu yang Masuk Perangkap Warga

19 July
22:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pasaman Barat : Seekor Beruang Madu (Helarctos malayanus) terjerat dilokasi kebun warga di Jorong Lubuk Sarik Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat.

Beruang yang keluar dari kawasan hutan lindung itu terjerat perangkap yang dipasang oleh warga setempat, yang semula dipasang untuk mengurangi gangguan hama Babi yang mengganggu tanaman kebun warga.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Kabupaten Pasaman, Ade Putra, Jum’at (19/7/2019), menjelaskan, perangkap tersebut semula dipasang untuk mengurangi gangguan hama Babi yang mengganggu tanaman kebun warga. Namun saat Beruang Madu itu keluar dari kawasan hutan lindung setempat terjerat perangkap yang dipasang oleh warga setempat.

Setelah menerima informasi tersebut dari warga, tim langsung datang ke lokasi dan melaksanakan evakuasi, dengan melibatkan tenaga medis kesehatan hewan dari Lubuk Sikaping.

“Sebelum jerat dilepaskan, satwa langka dan dilindungi tersebut dibius dengan ditembakan menggunakan sumpit oleh petugas BKSDA Resor Pasaman bersama dokter hewan,” terangnya.

Menurut Ade Putra, selanjutnya satwa Beruang Madu tersebut dipindahkan ke kandang transit, dan dievakuasi ke kantor BKSDA di Lubuk Sikaping, dan dilakukan observasi oleh medis.

“Diketahui satwa tersebut tidak mengalami cacat atau luka yang serius, sehingga diputuskan untuk dilepasliarkan ke dalam kawasan hutan Konservasi Suaka Margasatwa Malampah Alahan Panjang,” jelasnya.

Berdasarkan catatan BKSDA Resor Pasaman sambung Ade Putra, dilokasi terjeratnya satwa Beruang Madu tersebut sudah beberapa kali terjadi hal yang sama, sehingga hal ini akan menjadi perhatian serius pihak BKSDA.

“Dalam beberapa waktu ke depan BKSDA Resor Pasaman, akan melaksanakan explorasi dan operasi pembersihan jerat satwa dilokasi tersebut terutama dalam kawasan hutan lindung di daerah itu,” ungkapnya.

Ade Putra menambahkan, sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayari dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang melakukan menangkap, membunuh, melukai, memiliki, menyimpan, mengangkut, memelihara dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup atauapun mati beserta bagian-bagian tubuhnya dengan ancaman pidana maksimal 5 (lima) tahun penjara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00