• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Tangani Ratusan WNI Eks Simpatisan ISIS

19 July
21:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Maret 2019 menjadi bulan di mana rakyat Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan, sejumlah eks simpatisan ISIS yang mengaku sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kamp-kamp pengungsian di Al Hol, Suriah Timur, untuk dikembalikan ke tanah air oleh pemerintah.

Melansir BBC, Maryam yang mengaku WNI dan berasal dari Jawa Barat, memohon agar pemerintah Indonesia bisa memulangkan ia dan keempat anaknya.

Kini, 4 bulan berlalu pemerintah Indonesia tengah membahas mengenai penanganan sejumlah WNI yang dilaporkan berada di kamp-kamp pengungsian di perbatasan Suriah maupun Irak.

Menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan, Wiranto, di Jakarta, mengatakan, saat ini setidaknya sebanyak 120 WNI eks simpatisan ISIS yang terdiri atas perempuan dan anak-anak, berada di kamp-kamp pengungsian di perbatasan Suriah dan Irak.

Kita tahu bahwa sekarang kira-kira masih ada 120 yang ditampung di camp-camp perbatasan antara Suriah dan Irak, tapi kebanyakan perempuan dan anak-anak, laki-lakinya nggak ada,”ungkap Wiranto ketika menggelar temu wartawan, Jumat (19/7/2019), di Jakarta.

Wiranto menjelaskan, pemerintah Indonesia segera membentuk task force (gugus tugas), bagi penanganan ratusan WNI eks simpatisan ISIS tersebut.

Lalu soal pemulangan eks ISIS, sekarang kita sedang membuat satu tim khusus task force untuk melakukan pendalaman ini,”imbuhnya.

Meski demikian, Wiranto menegaskan, gugus tugas ini akan bekerja secara komprehensif mendalami kasus termasuk memutuskan langkah selanjutnya.

Tapi juga ada usaha usaha pemerintah di sana untuk melakukan proses hukum bagi laki laki yang nyata-nyata terlibat di dalam gerakan ISIS di sana.Inikan tidak bisa diselesaikan oleh kita sendiri oleh Indonesia sendiri karena menyangkut negara lain. Maka, perlu ada taks force yang nanti akan kita tugaskan mendalami masalah ini dan langkah yang terbaik itu bagaimana,”tegas Wiranto

Menurut Wiranto, pemerintah Indonesia secara tegas tidak akan menerima WNI eks simpatisan ISIS, yang memiliki bibit-bibit anti pancasila dan NKRI.

Tapi yang pasti jangan sampai merugikan Indonesia, jangan sampai kita memulangkan bibit-bibit penyakit yang sudah di brain wash untuk anti Pancasila dan anti NKRI untuk kembali ke Republik Indonesia yang kita cintai. Jadi, tidak perlu berspekulasi lagi, nanti kita tunggu bagaimana taks force yang kita bentuk ini berkerja dan menghasilkan keputusan kebijakan pemerintah yang cukup memadai,”tutupnya.

Sementara, jika pemerintah Indonesia masih memberikan peluang kemungkinan akan direpatriasinya WNI eks simpatisan ISIS, meski nantinya akan diputuskan melalui kajian mendalam gugus tugas.

Namun, lain halnya seperti negara-negara di Eropa, Amerika Serikat maupun Inggris, yang secara tegas menolak kembali warga negaranya yang terbukti sebagai eks simpatisan maupun kombatan ISIS.

Bahkan, mencabut status kewarganegaraannya.

Seperti yang dialami oleh Shamima Begum, warga negara Inggris, pada Februari 2019 lalu.

Begum merupakan istri mantan kombatan ISIS dari Suriah. (foto:geosiar.com)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00