• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Serangan Tikus Merebak, KTNA Usulkan Petani Budidaya Burung Hantu

19 July
20:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen : Serangan hama tikus mengganas di Kecamatan Sambungmacan Sragen, pada musim tanam ke tiga ini. Lebih dari 200 hektar tanam padi terancam rusak akibat serangan binatang pengerat tersebut. 

Setiap hari para petani di Sambungmacan melakukan pemberantasan hama tikus secara serentak. Pemberantasan, dengan menggunakan bom pestisida dan gropyokan. Seperti yang berlangsung di Desa Gringging yang diikuti puluhan warga setempat, Jumat (19/7/2019) pagi. 

Setidaknya ada 6 desa yang ada di wilayah Kecamatan Sambungmacan melaporkan adanya hama tikus. Meliputi Banyurip, Gringging, Toyogo, Banaran, Sambungmacan dan Karanganyar. 

"Kemarin teman-teman petani di Sambungmacan juga sudah mulai bergerak, dengan mitra untuk pemberantasan hama,” kata Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen Suratno," Jumat (19/7/2019).

Dia mengatakan, gerakan pembasmian hama tikus di Sambungmacan terus berlangsung menggandeng salahsatu mitra pengobatan pestisida secara massal. Pihaknya mengusulkan pemberantasan dengan metode lain seperti budidaya burung hantu.

"Saya mengusulkan yang alami itu yang kita gunakan. Burung hantu itu sebenarnya lebih bagus dari pada gropyokan," ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat Sragen perlu membudidayakan burung pemangsa tikus tersebut. Karena akan lebih ramah lingkungan. Selain itu juga tidak mahal untuk mengembangkan burung tersebut. 

"Lebih baik dengan alat itu dari pada dengan pestisida dan bom yang mengganggu lingkungan. . Kan cuma mendatangkan burung hantu saja membuat rumahnya, itu di Sragen belum ada," ujarnya.

Suratno menjelaskan, selama ini petani Sragen belum ada yang mengembangkan spesies burung pemberantas hama tikus, dan itu penting diwujudkan. Selain itu juga butuh kesadaran seluruh warga Sragen agar tidak berburu binatang tersebut karena banyak membantu petani. 

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Sragen Ekarini Mumpuni Titi Lestari sebelumnya menyampaikan serangan hama ttikus merembak di area pertanian Sambung macan. Setidaknya 229 Hektar tanaman padi diserang tikus. 

"Kami juga meminta petani di kecamatan lain untuk waspada. Karena bukan tidak mungkin serangan tikus akan meluas," tandasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00