• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Berkah di Balik Musibah, IIDA Group Jepang Bantu NTB Bangun Rumah Tahan Gempa

19 July
19:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Banyak cara Allah SWT mempertemukan ummat yang satu dengan yang lainnya. 

“Adanya musibah gempa, menghantar anda ke Lombok dan kita bisa bertemu,” kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ketika menyambut Presiden IIDA Group Holdings, Mr. Yoichi Nishikawa saat menemui Gubernur, Jumat (19/7/2019).

Kunjungan Mr. Yoichi didampingi Dirut PT. IONE Home Indonesia, Mr Akira Musumi dan Kadis PMPTSP NTB, L.Gita Ariadi tersebut, selain menyampaikan rasa empati atas musibah gempa yang menyapa NTB, juga melaporkan kegiatan yang sudah dan akan dilakukan perusahaannya di NTB.

Kepala Dinas PMPTSP, Lalu Gita Aryadi mengungkapkan, IIDA Group Holdings adalah perusahaan di Jepang yang bergerak di bidang property membangun rumah tahan gempa. 

“Di jepang perusahaan ini berhasil membangun 45 ribu rumah tahan gempa pertahun,” paparnya.

Di Indonesia lanjutnya, bekerjasama dengan Perumnas dengan targetnya membangun 10 ribu unit rumah tahan gempa di indonesia. Dan perusahaan tersebut mampu membangun 4 ribu rumah tahan gempa di Indonesia pertahun. 

Sebagai perusahaan property terkemuka di jepang, IIDA Group Holdings merekrut pekerja untuk magang di jepang selama 3 sampai 5 tahun dengan penghasilan yang menggiurkan. Peserta magang termasuk dari Lombok, jumlahnya sudah mencapai ratusan peserta.

Kedepan quota peserta magang dari NTB jumlahnya akan terus di tambah.
Selain program magang bidang property, perusahaan tersebut juga akan merekrut program magang untuk tenaga perawat kesehatan yang kebutuhannya juga besar. 

Di NTB, kata Miq Gita sapaan akrabnya, IIDA Group Holdibgs dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mulai berinvestasi tidak kurang dari Rp. 100 Miliar. 

“Dan telah membebaskan lahan, yang rencananya akan membangun 2000 unit rumah tahan gempa. Tahap pertama sudah mulai dibangun sebanyak 282 unit di lombok barat,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00