• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

7 Akun Facebook Terancam Dipolisikan Kapita Tahane

19 July
18:11 2019
6 Votes (2.3)

KBRN, Ternate : Keluarga almarhum Qamaria Wahab Ibrahim alias Kiki (18) warga desa Tahane Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang tergabung dalam komunitas Kapita Tahane Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam waktu dekat akan membuat laporan ke Kepolisian Daerah (Polda) Malut terkait dengan kasus dugaan informasi hoax atau informasi palsu yang tersebar di media sosial (Medsos) terutama Facebook.

Langkah yang diambil Kapita Tahane tersebut karena banyaknya konten facebook yang menyebarkan informasi tidak benar dan foto secara fulgar di beberapa akun FB pasca insiden yang menimpa keluarga almarhum yang ditemukan tewas di Desa Lelilef, Kabupaten Halmahera Tengah, Kamis (18/7/2019) kemarin.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Kapita Tahane Provinsi Malut, Ikhi Sukardi Husen saat dikonfirmasisaat usai melakukan hering dengan Wakapolda Malut, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari di ruang tunggu Kapolda Malut, Jumat (19/7/2019).

Iki mengemukakan, media sosial ini ada pada beberapa akun yang memberi komentar tidak menyenangkan untuk korban dan menyakiti hari keluarga.

Untuk itu dalam pertemuan tersebut, kami juga akan melaporkan akun-akun yang tidak bertanggungjawab memposting atau memberi komentar terhadap korban.

“Sebenarnya hal itu merupakan sesuatu hal yang tidak benar, sehingga mereka terkesan melecehkan korban sementara korban tidak pernah melakukan hal sebagaimana yang telah disampaikan itu, makanya ini konten yang menyebarkan informasi hoax,” tegasnya.

Bahkan lanjut Iki, saatbini pihaknya sudah menginventarisir akun yang menyampaikan hal tersebut secara luas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Dalam waktu dekat ini sudah akan kami sampaikan ke Polda untuk segera ditindak, dengan jumlah kurang lebih 6 hingga 7 akun,” ucapnya.

Kami berharap Polda segera mempercepat proses hukum yang ditangani karena kasus ini bukan hanya masalah kelaurga tetapi sudah sampai ke masalah kemanusiaan.

“Kita minta Polda untuk cepat dan memerikan kepastian hukum,n karena kami dari kapita Tahane juga akan mengawal kasus ini sampai dengan tuntas,” akunya.

Semantara itu Wakapolda Malut, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari usai pertemuan mengemukakan, polda akan tetap siap menunggu laporan terkait dengan informasi hoax sebagainya yang telah disampaikan oleh keliarga korban yang tergabung dalam komonitas Kapota Tehane.

“Pada intinya kami akan tindaklanjuti kalau laporan itu sudah masuk,” 

Wakapolda juga menambahkan, dalam kasus ini, pihaknya tidak menginginkan a samua orang yang tidak bertanggungjawab memutarbalikkan fakta ataupun membumbui yang bisa memancing kemarahan dari pihak korban.

“Silahkan mengacu pada keterangan resmi yang telah kita keluarkan ke masayarat luas sehingga bisa jelas apa yang sebenarnya terjadi,” akunya.

Untuk kasus ini sendiri lanjut Wakapolda, polda akan tetap bekerja sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dan biarkan hukum dan keadilan hang bekerja secara maksimal.

“Kita minta pihak keluarga untuk tidak mengambil kangkah yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat lain, karena kita akan bekerja secara profesional sebagaimana mestinya, bahkan kalau ada kelaurga yang ingin mengetahui perkembangannya kasus ini silahkan datang ke Polda atau temui saya langsung supaya bisa jelas,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00