• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kasus Pengacara Serang Hakim Cederai Negara Hukum Indonesia

19 July
15:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Arif Maulana menilai kasus pengacara serang hakim merupakan kasus yang mencederai negara hukum Indonesia, baik itu untuk pengadilan itu sendiri sebagai instusi yang mestinya dimuliakan dan dihormati dan juga mencederai profesi advokat itu sendiri.

"Seorang advokat itu harusnya patuh terhadap hukum bahkan menjunjung tinggi hukum, karena sebagai profesi mulia dan punya kode etik yang ketat dan memperjuangkan nilai-nilai hukum dan Hak asasi manusia," ungkapnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Jumat (19/7/2019).

"Harusnya ketika ada persoalan-persoalan atau ketidak puasan terhadap proses pelayanan publik di pengadilan, atau proses pradilan dari majelis hakim yang menyidakkan sebauh perkara, sebenarnya sudah ada mekanesime-mekasnisme yang sudah disediakan oleh hukum," lanjut Arif.

Misalkan kalau ada pelanggaran administrasi atau etik yang dilakukan oleh hakim maka bisa melaporkan ke komisi yudisial atau bisa melaporkan ke Badan pengawas di internal mahkamah agung.

"Kalau itu kaitannya dengan perkara tidak puas dengan putusan majelis hakim ada mekasnime banding, kasasi, bahkan mekanisme upaya hukum luar biasa yang bisa ditempuh," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan yang dilakukan pengacara inisial D itu mengenai dua orang hakim yaitu Ketua majelis hakim HS, pada bagian jidat dan juga hakim anggota 1 yakni DB. Setelah itu, pelaku diamankan pihak keamanan PN Jakpus.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00