• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Mitigasi Bencana

Kekeringan Meluas, Warga Andalkan Bantuan Air Dari Pihak Swasta

19 July
10:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Krisis air akibat musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta melanda sedikitnya 471 dusun di 78 desa. Dampak krisis air bersih kini dirasakan masyarakat di 14 kecamatan.

Kepala Pelaksana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan, krisis air bersih meluas dari data awal 8 kecamatan menjadi 14 kecamatan. Kekeringan dirasakan 134.929 jiwa.

"Dua kecamatan yakni kecamatan Girisubo dan Kecamatan Rongkop menjadi daerah yang mengalami kekeringan terparah," katanya usai melepas droping air di Kantor BPBD Gunungkidul, Jumat (19/7/2019).

pihaknya juga mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan air bersih BPBD sudah melakukan droping sejak awal Juni. Hingga saat ini total sudah 644 tangki yang sudah di berikan kepada masyarakat.

"Pada bulan Juli ini bantuan dari pihak swasta salah satunya dari Letkol Infantri Tugiman sudah mulai kita distribusikan. Kita fokuskan di Kecamatan Rongkop," paparnnya.

Semenara donatur bantuan air besih, Letkol Infantri Tugiman kepada media mengatakan,butuh terobosan yang matang untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Akademisi Universitas Padjadjaran Bandung ini mengatakan butuh bantuan teknologi untuk mengangkat air.

"Sebagai putra daerah asli Gunungkidul tentu saya berobsesi ada penyelesaian yang signifikan dalam mengatasi masalah air bersih. sehingga masalah kekeringan sebagai bencana tahunan ini tidak terus terjadi," paparnya.

Dalama kesempatan ini Tugiman memberikan bantuan 30 tangki air besih yang diberikan kepada warga di 5 dusuh di Desa Melikan, Kecammatan Rongkop. Bantuan secara simbolis dilepas oleh Kepala Pelasana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki di kantornya.

Sementara salah satu warga penerima bantuan air bersih Yuni mengatakan, sejumlah warga yang mengalami krisis air bersih kini hanya mengandalkan pembelian air dari tangki swasta. Dengan harga mencapai Rp. 120.000 rupiah pertangki kapasitas 5000 liter.

Air satu tangki biasanya hanya mampu digunakan untuk 2 minggu sampai paling lama satu bulan dalam satu keluarga. Air digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti mandi, mencuci, konsumsi dan minum ternak.

"Banyak kita mengandalkan bantuan air dari pihak swasta. karena sejumlah telaga yang menjadi cadangan air bersih dimusim kemarau mulai mengering sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan," terang warga Desa Melikan ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00