• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

ASITA Riau, Umroh Digital Masih Belum Untuk Masyarakat Indonesia

19 July
09:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Program umroh digital yang dibuat Pemerintah pusat pasca penandatangan MoU dengan pemerintah Arab Saudi beberapa waktu lalu, ditolak dengan tegas Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau.

Ketua ASITA Provinsi Riau Dede Firmansyah mengatakan dengan program umroh digital yang diberikan pemerintah kepada dua unicorn besar yakni Traveloka dan Tokopedia, dapat merugikan semua pihak yakni travel agen atau biro perjalanan umroh yang sudah ada.

"Program umroh digital yang dibuat pemerintah dan diberikan kepada Traveloka dan Tokopedia, sangat tidak bagus dan kita dari ASITA menolak hal itu, karena dapat merugikan travel umroh yang ada sekarang, "katanya kepada Radio Republik Indonesia (RRI), Jum'at (19/7/19) di Pekanbaru.

Selain itu menurutnya, masyarakat Indonesia belum siap untuk program umroh digital, karena masyarakat Indonesia merupakan warga yang saling membantu dan belum seluruhnya mampu melayani diri sendiri.

"Kita tahu masyarakat Indonesia itu orang yang suka membantu dan tidak semuanya bisa melakukan self service, contohnya saja pada saat naik lift, di Indonesia ada satpam yang membantu di dalam lift, dan orang Indonesia terkenal dengan keramahannya, "ujarnya.

Diharapkan, pemerintah sebelum membuat kebijakan seharusnya memanggil ASITA untuk duduk bersama membahas mengenai umroh digital.

“Saya berharap, pemerintah dapat memanggil kita atau perlu kita berempat yakni pemerintah, ASITA dan dua unicorn yakni Traveloka serta Tokopedia membicarakan mengenai umbroh digital agar tidak merugikan pihak lain, “tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00