• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Presiden Jokowi Pantau Langsung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

19 July
04:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meyakinkan, pembangunan Pembangunan Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 4 (empat) dari 12 (dua belas) kota yang ditargetkan sebelumnya, akan selesai tahun ini juga. Keempat PLTSa itu dibangun pemerintah di Kota Surabaya, Jakarta, Bekasi, dan Solo.

“Pembangunan PLTSa di kota-kota tersebut, termasuk Bali, dimonitor langsung oleh Presiden Joko Widodo,” sebut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Kementerian ESDM sendiri, menurut Agung, terhitung sejak 2019 hingga 2022 mendatang, berkomitmen untuk membangun 12 (dua belas) PLTSa. Dimana semuanya itu nantinya diharapkan mampu menghasilkan listrik hingga 234 Megawatt (MW) dari sekitar 16 ribu ton sampah per hari.

Surabaya (10 MW) akan menjadi kota pertama yang mengoperasikan pembangkit listik berbasis biomassa tersebut dari volume sampah sebesar 1.500 ton/hari dengan nilai investasi sekitar USD 49,86 juta.

Lokasi PLTSa kedua berada di Bekasi, dengan total investasi USD 120 juta, berdaya 9 MW. Selanjutnya, ada tiga pembangkit sampah yang berlokasi di Surakarta (10 MW), Palembang (20 MW) dan Denpasar (20 MW). 

Total investasi untuk menghasilkan listrik dari tiga lokasi yang mengelola sampah sebanyak 2.800 ton/hari sebesar USD 297,82 juta.

Sisanya, DKI Jakarta sebesar 38 MW dengan investasi USD 345,8 juta, Bandung (29 MW – USD 245 juta), Makassar, Manado dan Tangerang Selatan, dengan masing-masing berkapasitas 20 MW dan investasi yang sama, yaitu USD 120 juta.

Agung mengutarakan, kehadiran PLTSa turut membantu menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan sesuai Nawacita Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla

“Semangat dari pembangunan PLTSa ini tidak hanya terletak pada urusan penyediaan listrik semata. Pemerintah bertekad membenahi manajemen sampah demi menciptakan lingkungan yang sehat,” tegasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00