• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemkot Bandung Tahun 2019 Targetkan Kota Layak Anak Katagori Utama

18 July
22:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Pemeritah Kota (Pemkot) Bandung berhasil mempertahankan predikat Kota Layak Anak dengan kategori Nindya. Selain mempertahankan predikat, nilai Kota Bandung mengalami peningkatan.

Hal itu di ungkapkan Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Iip Saripudin kepada wartawan usai acara Bandung menjawab di Taman Sejarah kota Bandung, Kamis (18/7/2019).

Selain itu dikatakan Iip, kenaikan skor ini menjadi pemicu semangat agar bisa terus mengejar ke penghargaan Kota Layak Anak untuk kategori Utama.

“Tahun 2018 kemarin skor kita 707, sekarang skornya 740. Kita msih mempertahankan kategori Nindya penghargaannya nanti 23 Juli di Makassar. Kita berusaha agar bisa menjadi kategori utama itu skornya harus di atas 800,” kata Iip.

Iip menuturkan, tantangan yang harus dihadapi oleh Kota Bandung untuk meraih kategori utama yakni membersihkan keberadaan anak jalanan. Selain itu, meminimalisir iklan produk rokok di area publik.

“Hal yang menjadi catatan itu iklan rokok dan anak jalanan. Karena iklan rokok masih banyak. Pada saat penilaian tim penilai tiba di stasiun melihat anak jalanan yang berkeliaran,” ucapnya.

Di paparkan Iip, Kota Bandung sangat konsen dalam mengurusi masalah anak. Apalagi setelah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan Perlindungan Anak.

“Sekarang kita tinggal mengimplementasikan Perda tersebut. Karena anak itu adalah masa depan bangsa. Apalagi sepertiga jumlah penduduk dunia itu adalah anak-anak termasuk di Kota Bandung juga sama. Jadi begitu banyaknya jadi perlu kita perhatikan,” ucapnya.

Sementara itu di tampat yang sama, Ketua Penggerak PKK, Siti Muntamah Oded yang sekaligus menjadi Ketua Forum Bandung Sehat (FBS) menyatakan sudah menyiapkan banyak program baik untuk anak maupun orang tua.

Permasalahnnya, perempuan yang akrab disapa Umi Oded ini mengatakan, tak sedikit juga anak jalanan justru berasal dari luar Kota Bandung.

“Ini memang perlu komitmen, hanya saja di Kota Bandung itu banyak pendatang dan kadang-kadang itu musiman juga. Makanya saya mohon ketika masyarakat melihat anak jalanan segera menghubungi Dinsosnangkis (Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan),” pintanya.

Meski bagitu, Umi akan terus memperjuangkan pemenuhan hak anak. Hal ini sebagai upaya untuk menekan agar anak tidak memilih turun berkeliaran di jalanan.

“Ada empat hak dasar anak yang harus terpenuhi. Pertama hidup secara layak dan bahagia, kedua tumbuh kembang. Ketiga hak perlindungan yang baik dan terakhir adalah hak aspirasi dan partisipasi. Empat hak anak ini harus terpenuhi secara terintegrasi,” imbuhnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00