• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sembilan Inovasi Pelayanan Publik Jatim Dapat Penghargaan Menpan RB

18 July
22:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Jawa Timur berhasil menyabet 9 penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dalam Penganugerahan Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 di Semarang, Jawa Tengah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Syafruddin yang secara resmi memberikan award ini mengatakan, bahwa penghargaan tersebut, merupakan inovasi pelayanan publik, yang merupakan kebanggaan bagi masyarakat, terutama semua elemen pemerintah.

"Tentu, mudah-mudahan ini bisa mengalir terus dari tahun ke tahun, sehingga seluruh masyarakat bisa terlayani dengan baik, sehingga mencapai kesejahteraan, mencapai kebahagiaan. Jadi bukan lagi kepuasan publik tolak ukurnya, tapi kebahagiaan publik," ujarnya, Kamis (18/7/2019) malam. 

Tahun depan, MenPAN RB berharap, tidak hanya 99 Inovasi yang diberikan, tetapi lebih banyak lagi. Bahkan seluruh Pemerintah Daerah, melakukan dan menciptakan inovasi pelayanan publik.

"Targetnya semua yang namanya aparat, semua Pemerintah Daerah, tanpa terkecuali dari Sabang sampai Merauke sudah mempersembahkan inovasi pelayanannya," tegasnya. 

Sementara itu, Jawa Timur sukses menyabet 9 Penghargaan, dari Top 99 Penghargaan. Masing masing 4 inovasi persembahan Pemkab Banyuwangi, dan masing masing 1 penghargaan dari Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bondowoso. 

"Saya rasa inovasi banyak diperoleh Banyuwangi ya kali ini, saya berharap bahwa yang sudah sukses tetap melakukan inovasi inovasi berikutnya," ungkapnya. 

Menurut Khofifah, inovasi berkaitan dengan layanan publik, makin hari kebutuhan masyarakat adalah meningkatkan kualitas percepatan, memudahkan, memurahkan layanan publik.

"Jadi, bagaimana mudah, murah, cepat, kalau dalam bahasa yang awal saya menyampaikan ke OPD itu Cettar, cepat, efektif, tanggap, transparan, acountable dan responsif," tegasnya. 

Khofifah berharap, penghargaan inovasi ini bisa menjadi muara dari seluruh layanan publik, baik di Provinsi maupun di Kabupaten Kota.

"Saya menyampaikan terima kasih, Kabupaten Kota yang sudah melakukan inovasi, dan saya berharap tentu sebagai Gubernur, kita ingin Kabupaten Kota akan terus melakukan inovasi-inovasi," harapnya. 

Pengembangan inovasi pelayanan publik ini, kata Khofifah, bukan semata untuk mencari atau demi mendapatkan award, tetapi bahwa peningkatan layanan publik yang mudah, murah, dan cepat, bisa mendapatkan ruang di hati masyarakat Jawa Timur.

"Mereka merasa terlayani dengan baik, mereka puas dengan layanan Pemprov, Pemkab, Pemko. Saya rasa itu substansinya awarding yang dilakukan oleh Menpan RB ini akan menjadi pendorong, semangat, seluruh institusi untuk terus, jangan pernah berhenti melakukan inovasi inovasi layanan publik," tandasnya. 

Disisi lain, penghargaan ini sengaja siserahkan di Kota Semarang, Jateng, lantaran Jateng mendapatkan penghargaan terbanyak, yakni 22 penghargaan dari 99 award yang diberikan. 

"Suprise khususnya Jawa Tengah, karena ini yang terbanyak tahun ini, 22 jumlahnya, sehingga kita memilih Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah," tandas MenPAN RB. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00