• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Kapolda Kalbar Dukung Pembentukan Lima Desa Mandiri di Kab Sambas

18 July
22:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sambas : Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Didi Haryono mengungkapkan ada 50 indikator yang dinilai untuk menjadi desa mandiri. Indikator itu dikelompokkan kedalam tiga indeks yaitu, ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan lingkungan.

"Dari indikator yang harus dimiliki desa, ada yang berkaitan erat dengan kepolisian yaitu keberadaan pos keamanan, siskamling warga dan penanganan konflik. Hal itu ditindaklanjuti dengan adanya dua pos kamling di Dusun Perintis dan Dusun Mekar, Desa Nibung yang melibatkan masyarakat dalam siskamlingnya," ujar Irjen Pol. Didi Haryono di Paloh, Kebupaten Sambas, Kamis (18/7/2019).

Kabupaten Sambas ditargetkan memiliki lima desa mandiri tahun ini, antara lain Desa Nibung di Kecamatan Paloh, Desa Kaliau dan Sebunga di Kecamatan Sajingan Besar, Desa Sekura di Kecamatan Tebas dan Desa Tebas Kuala di Kecamatan Teluk Keramat.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Nibung bersama Gubernur Kalbar dan Pangdam XII/Tpr, Kapolda menyampaikan di desa ini terdapat sepuluh orang dari unsur FKPM untuk penanganan konflik sosial. Ditanya indikator lainnya, Irjen Didi menuturkan desa mandiri juga harus memiliki kualitas lingkungan yang baik.

"Tidak ada pencemaran air, udara, tanah maupun limbah. Kebakaran hutan dan lahan masih berpotensi terjadi di Desa Nibung namun harus diantisipasi dengan menyediakan fasilitas mitigasi/tanggap bencana," ujarnya.

Sementara, terkait kebutuhan air bersih di calon desa mandiri di Kabupaten Sambas itu segera terpenuhi dengan pembuatan sumur bor yang dikerjakan Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya. "Saat ini sedang dibor, dibuat satu lubang sumur dengan kedalaman 60 meter. Mesin bor yang digunakan jenis waterwell drilling dando 6000 menggunakan teknik bor air dan udara dengan volume air diperkirakan 35 liter/detik," pungkas Kapolda.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00