• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Koalisi Aids Indonesia Ajak Media Tekan Penyebaran HIV/Aids

18 July
21:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Indonesia Aids Coalition (IAC) menggelar pelatihan pemberitaan media yang positif terkait berita yang menyangkut Orang Dengan HIV/Aids (Odha) pada media massa. Tujuannya agar pemberitaan yang di beritakan media massa kedepan, tidak menyudutkan kaum Odha tetapi mengedukasi masyarakat sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Fasilitator IAC, Resputin mengatakan beberapa pemberitaan di media massa masih ada yang cendrung mendiskredikkan korban HIV/Aids. Hal ini tentu merugikan komunitas Odha atau pengidap HIV/Aids.

"Diharapkan dengan kegiatan ini sesuai dengan tujuan kegiatan, media juga paham terkait isu HIV. Jadi dalam pemberitaannya itu nanti yang sesuai dan lebih manusiawi dan menghindari kata-kata yang menyesatkan," kata Resputin kepada RRI di Bumi Wiyata, di Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Kota Depok, Kamis (18/07/2019).

Masih kerap ditemui sebagain pemberitaan masih belum menunjukka sikap empati kepada Odha dalam mengangkat isu seputar HIV/Aids.

Apabila ditelusuri lebih jauh, kondisi ini terjadi akibat beberapa faktor diantaranya, tidak kompetennya nara sumber berita, cara pandang media terhadap sebuah isu, atau cara kerja media yang terikat aktualitas.

Namun hal yang tidak kalah penting adalah kurangnya pemahaman jurnalis mengenai HIV/Aids.

"Media massa berperan penting dalam penyebaran informasi dan pembentuk opini publik tentang sebuah isu. Dalam konteks HIV/Aids media massa perlu dijadikan mitra oleh berbagai kalangan yang bekerja dalam isu HIV/Aids," katanya.

Sementara itu, Pemerhati Berita-berita HIV/Aids di Media Massa Syaiful W Harahap dalam paparannya menjelaskan sejauh ini belum ada berita-berita seputar HIV/Aids yang menggugah masyarakat untuk bisa melindungi diri dari HIV/Aids. Masih menampilkan berita-berita yang menakutkan, memberikan stigma negatif terhadap rekan-rekan penderita HIV/Aids.

"Jadi yang kita harapkan, supaya media itu ikut menggugah masyarakat agar mereka melakukan perilaku yang tidak beresiko HIV/Aids," ujar Syaiful.

Sebagai contoh, kalau seseorang merasa beresiko HIV/Aids dapat konseling ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit. Dari hasil konseling bisa diarahkan untuk tes HIV/Aids, itu dilakukan untuk melindungi istri dan anak-anaknya.

"Kalau seseorang warga merasa beresiko, misalnya sering berhubungan dengan PSK sebaiknya konseling dulu. Supaya istri dan anak-anaknya tidak tertular HIV/Aids. Ini salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran dari Hulu," ujarnya.

Kebanyakan kasus penularan HIV/Aids di Indonesia adalah melalui seks pada kalangan heteroseksual. Terutama hubungan seks dengan pekerja seks langsung dan tidak langsung dan termasuk hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan.

"Memang di Indonesia kan ngga ada lokalisasi pelacuran, tapi praktek atau transaksi seks selalu terjadi dimana-mana, itu yang kita abaikan. Transaksi seks kan bisa dalam banyak bentuk, melalui media sosial, pakai telepon mereka bisa bertemu dimana-mana," ungkapnya.

Peran media massa disini diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan agen pengembangan yang bermanfaat bagi kehidupan. Tujuan dapat tercapai jika berita yang dimuat mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan, menghargai kehidupan, mengutaman fakta, tidak menghakimi, objektif, fair, keberpihakan kepada kebenaran, empati, dan keberpihakan kepada yang terabaikan.

"Pemberitaan seputar HIV/Aids diharapkan menggambarkan fakta dengan terminologi atau istilah yang baku agar tidak bermuatan mitos dan tidak menimbulkan stigma negatif dan diskriminatif terjadap Odha," harapnya.

Selain menghadirkan para jurnalis dari berbagai media massa, Pelatihan Media yang digelar mulai 18-20 Juli 2019 ini juga melibatkan Civil Society Organization (CSO) diantaranya ACS Depok, KDS Hitam Putih, Kuldesak, Humakita, KDS Warna Kita, Yayasan Layak, YMPAI, Perwade, KDS Demau, Terjang, JIP dan Yayasan KAKI. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Afrizal Aziz

    Redaktur Pro 3 RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00