• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Kasus Korupsi Keramba Jaring Apung Sabang, Jaksa Sita Barang Bukti Rp 36,2 M

18 July
17:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Uang dalam pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dibawa dengan menggunakan mobil ke kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, Kamis (18/7/2019) siang. Terhitung uang dalam pecahan Rp 100 ribu sebanyak 29 bal, pecahan Rp 50 ribu sebanyak 14 bal dan dalam bentuk recehan senilai Rp 10,8 juta.

Uang tersebut merupakan hasil penyitaan Kejaksaan Tinggi Aceh terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi keramba jaring apung (KJA) di Sabang tahun anggaran 2017.

Uang tersebut disita dari rekanan proyek PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang merupakan perusahaan BUMN dalam pengerjaan proyek keramba jarring apung tersebut.

Dalam penyitaan barang bukti itu, diterima langsung oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Muh Yusuf, SH, MH yang didampingi oleh sejumlah pejabat Kejaksaan Tinggi Aceh.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Aceh Munawal Hadi, SH, MH mengatakan, uang tersebut dijadikan sebagai barang bukti dan kemudian dititipkan kepada Bank BRI cabang banda Aceh.

“Ini akan kita titipkan di rekening penampungan pada Bank BRI Cabang Banda Aceh yang nantinya akan dijadikan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” kata Munawal.

Hingga Saat ini penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh  telah memeriksa sebanyak 19 orang saksi dari pihak terkait dalam kasus proyek keramba jaring apung (KJA) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tahun 2017 di Sabang. Dalam kasus ini belum satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini merupakan itikat baik dari rekanan (PT Perikanan Nusantara) dan juga upaya dari penyidik untuk mengembalikan kerugian negara dalam proyek keramba jaring apung. Kasus ini masih dalam tahap penyidikan,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Munawal mengungkapkan, bahwa dokumen DIPA Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Pakan dan Obat Ikan Tahun anggaran 2017 terdapat kegiatan pengadaan budidaya lepas pantai (KJA Offshore) dengan pagu anggaran sebesar Rp. 50.000.000.000 (lima puluh milyar)

Proyek keramba jaring apung tersebut terdapat indikasi melanggar hukum pada pekerjaan paket pengadaan percontohan budidaya ikan lepas pantai (KJA offshore) di Kota Sabang yang dimenangkan oleh PT Perikanan nusantara atau PT perinus dengan nilai kontrak Rp. 45.585.100.000 yang bersumber APBN tahun 2017.

Terkait hasil pekerjaan yang oleh pihak rekanan, proyek ini  tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, di mana hasil pekerjaan tidak bisa selesai 100%.

“Penyidik hingga saat ini terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti. Dan sesegera mungkin kasus ini kita tangani hingga ada tersangka dalam kasus ini,” tutup Munawal.  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00