• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ekstrimis OPM Dihargai Oxford, Indonesia Tegas Tak Mundur Satu Sentipun

18 July
16:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras pemberian award Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada tokoh ekstremis separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), Benny Wenda, beberapa waktu lalu.

“Pemberian award kepada orang tersebut menunjukkan ketidakpahaman Dewan Kota Oxford terhadap sepak terjang orang tersebut dan kondisi Provinsi Papua dan Papua Barat yang sebenarnya, termasuk pembangunan dan kemajuannya,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI seperti dilansir dilansir portal www.kemlu.go.id, Rabu (17/7/2019).

Kemlu RI menegaskan posisi Indonesia terhadap gerakan separatisme, khususnya dalam hal ini OPM.

"Kami tidak akan mundur satu senti pun untuk tegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia menghargai sikap tegas Pemerintah Inggris yang konsisten dalam mendukung penuh kedaulatan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia dan karenanya, sikap Dewan Kota Oxford tidak punya makna apapun,” tegas Kementerian Luar Negeri RI.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan medianya sebagaimana dimuat dalam portal www.gov.uk, Selasa (16/7/2019) menegaskan, Inggris dan Indonesia memiliki hubungan yang erat, dengan banyak kepentingan dan nilai-nilai yang sama.

“Kami bekerja sama dalam mengatasi beberapa tantangan seperti terorisme dan pemanasan global, serta berhubungan erat dalam G20,” bunyi pernyataan tersebut.

Menurut pernyataan media itu, Inggris merupakan salah satu investor terbesar di negara ini. Pada April 2012, Perdana Menteri Inggris mengumumkan komitmen untuk menggandakan nilai perdagangan (barang dan jasa) sebesar 4,4 miliar poundsterling pada 2015.

“Kami bekerja sama dengan badan-badan lokal dan internasional untuk mengatasi tantangan global termasuk hak asasi manusia dan demokrasi, keamanan regional, kesejahteraan dan perubahan iklim,” bunyi pernyataan media itu.

Selain itu, menurut pernyataan media Kemlu Inggris yang bersumber dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta itu, pihaknya juga menyediakan bantuan, pelayanan, dan saran praktis kepada warga negara Inggris yang sedang mengunjungi atau tinggal di Indonesia.

“Kami juga mengurus aplikasi visa bagi mereka yang ingin memasuki Inggris baik untuk wisata, belajar, menetap atau bekerja,” pungkas pernyataan itu. 

Pemerintah Inggris Mendukung Keutuhan NKRI

Hari ini, Pemerintah Inggris menyatakan sikap berbeda dengasn Dewan Kota Oxford mengenai penghargaan yang diberikan kepada tokoh pemberontak ekstremis Orgfanisasi Papua Merdeka Benny Wenda. Pemerintah Inggris menyatakan tetap mendukung NKRI.

"Keberadaan Benny Wenda di Inggris bukan berarti bahwa Pemerintah Inggris mendukung posisinya mengenai kedaulatan Papua," demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Inggris, Kamis (18/7/2019).

Mereka menjelaskan, penghargaan dari Dewan Kota Oxford ke Benny tidak berpengaruh terhadpa kebijakan Pemerintah Inggris. Dewan lokal secara politik bersifat independen dari Pemerintah Pusat.

"Kementerian Luar Negeri Inggris ingin menggarisbawahi bahwa tidak ada perubahan mengenai posisi Papua. Kami mendukung integritas teritorial Indonesia dan mengakui Papua sebagai sebuah bagian keutuhan Indonesia," kata mereka.

Kementerian Luar Negeri Inggris mendukung pemerintah Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat Papua, termasuk perlindungan hak asasi manusianya. Inggris juga mendukung pemerintah Indonesia memastikan masyarakat Papua memperoleh manfaat dari pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

"Pejabat dari Kedutaan Besar Inggris melakukan kunjungan ke Papua secara rutin dan bertemu dengan berbagai unsur pemerintahan, LSM dan kelompok kepentingan," kata Kementerian Luar Negeri Inggris.

Dilansir secara terpisah dari keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Pemerintah Indonesia memahami sikap Pemerintah Inggris. Pemerintah Indonesia akan tetap tegas terhadap gerakan separatisme.

"Pemerintah Indonesia mencatat pernyataan tegas Pemerintah Inggris yang mendukung penuh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan bahwa pemberian penghargaan tersebut tidak mewakili posisi Pemerintah Inggris. Pemerintah Indonesia menghargai sikap Inggris yang tetap menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Republik Indonesia, dan pengakuan bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Posisi Indonesia terhadap gerakan separatisme akan tetap tegas. Indonesia tidak akan mundur satu senti pun untuk menegakkan NKRI," demikian keterangan KBRI London.

Seperti dilansir BBC, Benny Wenda adalah pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP). Dia mendapat suaka politik di Inggris pada 2002 dan membuka kantor gerakan Papua merdeka di Oxford pada 2013.

ULMWP di bawah Benny Wenda mengklaim telah menyatukan tiga kelompok bersenjata di Papua. Namun, awal Juli lalu, Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah klaim Benny Wenda bahwa dia telah menyatukan tiga kelompok bersenjata, termasuk TPNBP/OPM.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00