• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Gelar Anugerah Widyapadhi, Kemenristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Hilirisasikan Hasil Inovasinya

18 July
04:58 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Manajemen Inovasi di perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kepemimpinan perguruan tinggi yang inovatif. Oleh karena itu, substansi Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 24 tentang Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi menjadi instrumen kebijakan afirmasi bagi pimpinan perguruan tinggi dalam menyusun dan merumuskan strategi perencanaan dan merekomendasikan sistem inovasinya. 

Hal itu disampaikan Direktur Sistem inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ophirtus Sumule pada acara Presentasi Seleksi Penerima Anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (17/7/2019) siang.

"Aspek penting penilaian lainnya adalah sejauh mana strategi perguruan tinggi merumuskan sistem inovasinya yang berbasis kepada peningkatan daya saing produk unggulan daerahnya," terang Ophir.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe menjelaskan bahwa Anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi diberikan kepada perguruan tinggi dan politeknik yang dinilai berhasil membangun dan mengelola manajemen inovasi melalui kepemimpinan yang inovatif, pengembangan kebijakan, kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi untuk menghasilkan produk inovasi yang dapat menjadi penguat daya saing bangsa.

Kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019 ini, antara lain bertujuan untuk memetakan performa penguatan inovasi di perguruan tinggi, dan menjadikan penguatan inovasi sebagai bahan dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pengembangan Perguruan tinggi.

"Selama ini perguruan tinggi sudah melaksanakan berbagai hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dan pengembangan. Dalam empat tahun ini, perguruan tinggi cukup bergairah setelah kita memberikan berbagai model insentif untuk proses hilirisasi. Ini merupakan suatu cara bagaimana kita membangkitkan teknologi dan inovasi ke depan sebagai lokomotif pembangunan nasional," terang Jumain. 

Adapun ke-12 perguruan tinggi dan 6 direktur politeknik yang lolos seleksi awal Anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi, masing-masing Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, lnstitut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Telkom. 

Sementara enam politeknik yang lolos seleksi adalah Politeknik Caltex Riau, Politeknik Indonusa Surakarta, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Semarang, dan Politeknik TEDC Bandung.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Dr Ir Mochamad Ashari, M.Eng, kepada wartawan seusai menyampaikan presentasi di hadapan Tim Juri, menyambut positif kegiatan semacam ini. 

"Event yang digelar oleh Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti ini sangat baik sekali, karena bisa mempublikasikan inovasi-inovasi yang ada di perguruan tinggi, sekaligus memicu mereka untuk berlomba menampilkan inovasi terbaiknya," ujar Ashari. 

Dalam presentasinya, Ashari memaparkan sejumlah produk inovasi unggulan ITS, di antaranya yang paling terkenal adalah sepeda motor listrik Gesit yang sudah diproduksi massal bersama mitra industrinya.

Selain itu juga, Aplikasi Layanan Pemesanan Makanan untuk rapat yang telah digunakan oleh Pemprov Jawa Timur dan sejumlah pemkot/pemkab di Jatim, serta Desain Kereta Api yang sudah dimanfaatkan oleh PT Industri Perkeretaapian (INKA) untuk pembangunan jaringan kereta api di Palembang sejauh 23 kilometer. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00