• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

TGPF Novel Diduga Punya Agenda Melemahkan KPK

18 July
00:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Novel Baswedan diduga memiliki agenda tersembunyi untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Direktur Sekolah Konstitusi, Hermawanto mengkritisi sikap TGPF yang tidak menjelaskan tentang apa yang dimaksud mereka dengan ungkapan "penggunaan kewenangan berlebihan". Pasalnya menurut dia, jika merujuk ke Undang-Undang KPK, maka Novel sama sekali tidak memiliki kewenangan apapun, yang berwenang hanyalah KPK sebagai lembaga.

"Novel Baswedan adalah orang KPK. Yang punya kewenangan berdasarkan undang-undang itu adalah KPK," tegasnya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Rabu (17/7/2019).

Karena itu, menurut dia, secara tidak langsung TGPF sesungguhnya telah menuding KPK secara lembaga telah bertindak melebihi kewenangannya. 

Nah, agar tidak simpang siur, Hermawanto pun mendesak TGPF untuk segera menjelaskan tentang sosok yang sudah melakukan penggunaan kewenangan berlebihan itu.

"Karena kalau memang itu adalah Novel, tidak pernah ada proses selama ini. Ombudsman pun tidak pernah memeriksa Novel. Yang berwenang itu Ombudsman, bukan TGPF," tekannya.

Kalau pun memang yang dimaksud TGPF itu KPK, maka tegas dia, Ombudsman juga yang harus melakukan pengujian bahwa KPK melakukan tindakan melebihi batas kewenangan.

"Tapi ini kok ujug-ujug TGPF yang tidak punya kewenangan untuk memeriksa itu. Dari situlah saya bisa mengatakan, jangan-jangan TGPF ini ada agenda tersembunyi untuk melemahkan KPK pada suatu hari nanti," pungkas Hermawanto.

Dalam konferensi pers di Mabes Polri belum lama ini, juru bicara TGPF, Nur Kholis menyampaikan kesimpulan dari temuan-temuan investigasi yang dilakukan tim selama 6 bulan terakhir. Disitu dijelaskannya kalau TGPF meyakini bahwa serangan terhadap Novel tidak bermotif pribadi, melainkan balas dendam karena ada penggunaan kewenangan berlebihan yang memicu penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang merupakan penyidik senior KPK itu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00