• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Satpam Pencuri Komponen PCB Mother Bord Senilai Rp 900 Juta Diringkus Polisi

17 July
15:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Majalengka: Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka berhasil menangkap tiga orang warga Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Mereka diduga sebagai pencuri Komponen PCB Mother Bord di PT. TLI yang berada di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Ironisnya, pelaku pencuri Komponen PCB Mother Bord ini, adalah juga Satpam perusahaan setempat, yang seharusnya menjaga keamanan pabrik.

Aksinya terbongkar, bermula salah seorang karyawan PT.TLI, Agus Harja Mulyana diperintahkan oleh HO pusat untuk memproses pemilihan PCB Mother Bord tersebut.

Namun, setelah dilakukan proses pemilahan ternyata isi PCB mother Bord yang berada di dalam jumbo back sudah tidak ada.

"Dari pengakuannya, pelaku sudah beraksi sebanyak enam kali hingga merugikan pihak pabrik sebesar Rp.900 juta," kata kapolres, dalam konfrensi pers di Majalengka, Rabu (17/7/2019).

Menurut kapolres, ke-tiga pelaku tersebut, diketahui berinisial AY (34), AA (35) dan DR (40). Ketiganya merupakan warga Desa Banjaran, Kecamatan Sumberjaya, Majalengka.

Sedangkan, satu tersangka lainnya berinisial YS (38) Penduduk Desa Rancaputat, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

"Selain berhasil menangkap ketiga pelaku tersebut, kami juga berhasil mengamankan seorang ibu rumah tangga, yang diduga sebagai penadahnya. Yakni, berinisial DR (40) warga Desa Kaliwedi, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon," jelasya.

Kapolres menambahkan, bahwa saat ini petugas juga tengah mengejar satu pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya dan sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Majalengka.

Akibat kejadian tersebut, pihak pabrik mengalami kerugian sekitar 15 ton Komonen PCB Mother Bord di Gudang Ewaste PT. TLI atau dengan kerugian materil sekitar Rp900 jutaan.

"Akibat perbuatan tersebut, pelaku akan kami jerat pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman tujuh tahun penjara," tegasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00