• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

WP KPK Minta Tim Gabungan Dapat Mengungkap dan Menyebut Nama Pelaku Teror Novel Baswedan

16 July
20:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Tim Gabungan bentukan Kaporli Jenderal Tito Karnavian, untuk menyebutkan nama siapa pelaku dalam kasus penyiraman air keras dan teror yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Direncanakan Tim Gabungan tersebut, esok hari akan mengumumkan hasil investigasi temuan terkait kasus teror yang menimpa Novel Baswedan. WP KPK memyebut jika pihaknya tidak mau hasil investigasi yang diumumkan esok hari hanya berisi rekomendasi seperti hasil-hasil yang sebelumnnya.

"Kami meminta agar tidak lagi bentuknya rekomendasi. Tapi juga sudah ditemukan dan bahkan disebut pelakunya karena tim gabungan ini kan juga terdiri dari tim pakar dan juga tim kepolisian. Sehingga saya pikir jika besok sudah disebut nama pelakunya maka segera ditangkap, diadili sehingga seluruh pelaku baik itu pelaku lapangan maupun juga pelaku intelektual terhadap penyerangan bang Novel," kata ketua WP KPK Yudi Purnomo, Selasa (16/7/2019).

Yudi juga menyatakan jika pihaknya hanya ingin kepastian apakah sebenarnya pelaku dalam kasus teror ini ditemukan atau tidak. Yudi juga mengatakan jika tidak ada pihak-pihak yang membuat polemik terkait perkara ini .

"Kami meminta agar tidak ada polemik sampai dengan disampaikannya hasil dari tim pencari fakta yang akan disampaikan pada esok hari. Kenapa karena hal ini akan menjadi absurd terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh tim pencari fakta."  tambah Yudi.

Yudi pun mengomentari masalah dugaan motif politik yang disampaikan tim gabungan sebelumnya. Menurut Yudi hal tersebut harusnya temuan tersebut apakah menjadi hasil temuan dari tim pencari fakta.

"Yang artinya bahwa motif politik ini harus diperjelas Siapa yang bermain dalam politik ini jangan sampai nanti ada tuduhan-tuduhan terhadap bang novel." lanjut Yudi.


kalau tidak ditemukan berarti tim pencari fakta gagal untuk menemukan pelakunya. maka seperti yang sudah kami sampaikan bahwa kami ingin agar dibentuk tim gabungan pencari fakta yang independen.

WP menyebut jika hasil investigasi teror yang akan disampaikan oleh tim gabungan esok, dapat membuka teror yang menimpa pegawai KPK selama ini dalam kasus lainnya.

"Bang Novel adalah korban dan sudah 820 hari lebih Kami mencari siapa pelakunya.  Terkait dengan penyampaian pada esok hari kami juga menunggu bahwa hasilnya adalah terbukanya pelaku pelaku teror lainnya kepada KPK baik itu pada pimpinan KPK ataupun kepada pegawai KPK lainnya."

"Sehingga untuk itu kami meminta kepada semua pihak yang selama ini berbantah-bantahan yang selama ini menyampaikan praduga-praduga dan sebagainya untuk berhenti, dan kemudian juga untuk untuk menunggu hasil dari tim pencari fakta yang akan disampaikan oleh Kapolri sehingga semua bisa jelas semua bisa terpilah-pilah bahwa tidak ada lagi spekulasi spekulasi," kata Yudi.

WP Menegaskan jika ternyata esok hari tim gabungan tidak berhasil mengungkap siapa nama pelaku dan motif yang menyerang Novel Baswedan, maka itu merupakan kegagalan tim gabungan dan dapat dipertanyakan kredibiliyas tim pakar yang ada didalamnya.

"Kalau tidak ditemukan berarti tim pencari fakta gagal untuk menemukan pelakunya. Maka seperti yang sudah kami sampaikan bahwa kami ingin agar dibentuk tim gabungan pencari fakta yang independen. Namun jika ternyata pada esok hari tim gabungan berhasil menemukan pelakunya maka ini tentu saya akan dipertanyakan kredibilitas dari tim pakar dan juga tim-tim lainnya yang tergabung di dalam tim pencari fakta tersebut," tegas Yudi.

Kasus ini bermula dua orang tak dikenal menyiram air keras ke wajah Novel di dekat kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada tanggal 11 April 2017. Penyerangan itu terjadi, usai Novel melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ihsan yang berlokasi dikompleks perumahannya.

Akibat siramaN cairan korosif itu, mata kiri Novel mengalami kerusakan sampai 95 %. Dia harus menjalankan sejumlah operasi di Singapura untuk memulihkan matanya. Kurang lebih hampir 800 hari peristiwa itu berlalu, namun hingga saat ini Polisi belum mampu menangkap para pelaku.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00