• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Tak Lagi Dukung Prabowo, Pakar Yakin GNPF Ulama dan PA 212 Tetap Oposisi

16 July
18:43 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni PA 212 diperkirakan akan tetap menjadi oposisi rakyat. Sekalipun mereka tidak lagi berada di barisan pendukung Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai GNPF Ulama dan PA 212 akan memberikan dukungan terhadap Capres-Cawapres yang mereka anggap mampu mengakomodir tuntutan Umat Islam pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Dukungan pasti akan mereka tahan sampai 2024, ada kesempatan nanti untuk menyalurkan itu," katanya saat berbicara dengan Radio Republik Indonesia, Selasa (16/7/2019).

Nah, sembari menunggu momen pesta rakyat lima tahunan itu, diyakini founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini, GNPF Ulama dan PA 212 akan tetap menjadi oposisi yang berasal dari barisan rakyat.

"Saya kira mereka akan menjadi oposisi kritis yang senantiasa akan memberikan masukan-masukan kritis kepada pemerintahan Jokowi-Maruf," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak mengaku mereka belum menyatakan sikap atas pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu, (13/7/2019) lalu.

Namun dipastikan Yusuf sikap GNPF Ulama bersama ormas Islam lainnya bakalan ditentukan dalam Ijtima Ulama ke-4 nanti.

Dijelaskan Yusuf, Ijtima Ulama ke-4 dilakukan karena tidak ada lagi dukung-mendukung pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pemilihan presiden (Pilpres) lalu.

Tak jauh beda, Ketua PA 212, Slamet Ma'arif pihaknya tidak terpengaruh dengan pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo. Sebab menurut dia, ibarat kereta, gerbong 212 akan terus berjalan sampai tujuan.

Untuk itu, pihaknya mempersilakan orang-orang yang satu visi naik di gerbong PA 212. Namun jika di tengah jalan ada yang tidak nyaman, orang itu dipersilakan turun dari gerbong.

“Siapa pun yang berada di depan dan menghalangi akan kami tabrak, karena kereta akan jalan terus,” tegas Slamet.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00