• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Komodo "Mbou" yang Diselundupkan Dikembalikan ke Pulau Ontoloe Ngada

15 July
18:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ende: Enam satwa Komodo yang gagal diselundupkan dan diamankan Polda Jawa Timur, dikembalikan ke habitat aslinya di Pulau Ontoloe, Riung, Kabupaten Ngada, Senin (15/7/2019) untuk selanjutnya dijaga dan dilestarikan.

Kedatangan satwa langka itu disambut meriah oleh masyarakat setempat dengan sapaan dan tarian adat. Salah satu masyarakat adat Riung- Achmad Lezo mengatakan, satwa tersebut adalah satwa purba yang keberadaannya sudah ada sejak zama nenek moyang, dan masyarakat setempat menyebut kerabat Komodo tersebut “Mbou”.  Keberadaan satwa tersebut menurutnya sudah sangat dekat dengan masyarakat adat  setempat.

"Sejak dulu kami sudah hidup berdampingan. Apalagi kalo ada pesta di kampung itu, mereka cium bau darah mereka datang masuk ke kampung," ujarnya.

Sementara itu Sekda Ngada, Theodisius Yosefus Nono berterimakasih kepada semua pihak yang telah mengembalikan Mbou (Varanus Riungensis) ke habitat asalnya. Menurutnya Mbou adalah kebanggaan Kabupaten Ngada harus dilestarikan, karena secara fisik satwa ini berbeda dengan Komodo yang ada di Kabupaten Manggarai Barat. 

"Sebelumnya sudah dilakukan penelitian oleh balai konservasi dan memang satwa ini berbeda dengan Komodo. Kalau Komodo gemuk, Mbou ini lebih ramping dan warnanya pun lebih cerah," jelasnya.

Terkait penyelundupan Mbou, Theodidius memastikan bahwa tidak ada keterlibatan masyarakat setempat. Menurutnya, dikarenakan habitat Mbou yang bisa menjangkau laut dan dekat dengan pelabuhan, maka dipastikan dengan mudah ditangkap dan dislendupkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Maka kedepan pemerintah akan berupaya bersama pihak terkait untuk meningatkan pengamanan satwa tersebut.

"Kalo persengkokolan dengan masyarakat setempat saya yakin tidak. Tapi bisa jadi karena mereka bisa sampai di laut jadi sangat terbuka dan dekat pelabuhan, siapa saja bisa tangkap dan selundupkan," paparnya.

Sebagai obyek wisata yang dibanggakan di Kabupaten Ngada, Theodisius juga berharap kerjasama seluruh pihak termasuk masyarakat adat setempat untuk menjaga kelestarian Mbou. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00