• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Mitigasi Bencana

BNPB : Gempa Malut Halsel, 58 Rumah Rusak, Dua Jembatan Putus

15 July
18:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi merilis dampak gempabumi Maluku Utara (Malut), 2 (dua) orang meninggal dunia, dan lebih dari 2.000 jiwa mengungsi. 

Berikut dampak detil gempabumi Maluku Utara berdasarkan data BNPB yang diterima RRI, Senin, 15 Juli 2019:

I. Korban Jiwa (2 orang meninggal dunia)
-Ibu Aisyah 51 th (Desa Gane Luar)
-Halimah (Desa Papaceda, Kecamatan Gane Barat)

II. Lebih dari 2.000 orang mengungsi di 14 titik pengungsian, dengan rincian sebagai berikut:

1) Kantor Polsek Saketa = 89 orang
2) Kantor PDAM Saketa = 65orang
3) Aula kantor Bupati Halmahera Selatan = 300 orang
4) Polres Halmahera Selatan = 170 orang
5) Masjid Raya Halmahera Selatan = 500 orang
6) Kantor Dinas Sosial Halmahera Selatan = 70 orang
7) Kodim 1509 = 45 orang
8) Rumah Dinas Ketua DPRD = 100 orang
9) Rumah Dinas Waka II DPRD = 50 orang
10) Rumah Dinas Bupati Halmahera Selatan = 70 orang
11) Gedung SMAN 5 Halmahera Selatan = 84 orang
12) Kantor Pemda Halmahera Tengah & Kantor DPRD Halmahera Tengah = 25 KK
13) Bukit Goeng/Cafe Goeng = 15 KK
14) Kecamatan Bacan Selatan = 1.000 jiwa
15) Pengungsi mandiri di Desa Hidayat, Desa Makean, dan DesaTomori

III. Kerusakan rumah sebanyak 58 unit:

1) Desa Ranga-ranga, Kec. Gane Timur Selatan, HalmaheraSelatan = 20 unit
2) Desa Saketa, Kec. Gane Barat, Halmahera Selatan = 28 unit
3) Desa Dolik, Kec. Gane Barat Utara, Halmahera Selatan = 6 unit
4) Desa Kluting Jaya, Kec. Weda Selatan, Halmahera Tengah = 5unit

IV. 2 (dua) unit jembatan rusak di Desa Saketa 

V. Guncangan dilaporkan terasa di daerah Obi V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, RajaAmpat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI.

Tiga Provinsi, 14 Kabupaten, 6.548 Desa

Dampak gempabumi Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), terasa hingga Provinsi Maluku dan Papua Barat. Total 352 desa di Raja Ampat (328) dan Sorong (24) ikut terdampak gempa. 

Sedangkan untuk Provinsi Maluku, tercatat 424 desa ikut terdampak gempa, dari Kabupaten Buru Selatan (9), Maluku Tengah (130), dan Seram Barat (285).

Dari wilayah utama terjadinya gempa, yakni Provinsi Maluku Utara, total tercatat 5.772 desa terdaampak dari 8 (delapan) Kabupaten, yakni Halmahera Barat (808), Halmahera Selatan (2.010), Halmahera Tengah (433), Halmahera Timur (547), Halmahera Utara (788), Kepulauan Sula (199), Pulau Morotai (96), Ternate (380), dan Tidore Kepulauan (511).

Total keseluruhan desa terdampak gempabumi Maluku Utara adalah 6.548 desa, yang terangkum dari 3 (tiga) Provinsi dan 14 Kabupaten.

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyatakan, semua desa terdampak itu adalah berdasarkan MMI III-VII, dimana getaran pada tingkat MMI VI dan VII ditengarai mengalami kerusakan cukup signifikan akibat tingkatan getaran gempa tersebut.

"Sebanyak 738 desa di Halmahera Selatan dan enam desa di Tidore Kepulauan terdampak MMI VI, dan 175 desa di Halmahera Selatan terdampak MMI VII. Itu kalau MMI VI artinya terdampak getaran kuat, dan untuk MMI VII itu diduga kuat terdampak getaran sekaligus kerusakan parah. Tapi kerusakan detil kami masih menunggu update dari Pusdalops setempat," terang Agus Wibowo saat dihubungi RRI, Senin (15/7/2019).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat selama 7 (tujuh) hari, terhitung 15-21 Juli 2019. (Foto: BNPB)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00