• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Besok, 'Perang Bintang' Bulutangkis Dunia Dimulai

15 July
16:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : "Perang Bintang" akan tersaji dalam Turnamen Bulutangkis Indonesia Terbuka 2019 yang diikuti 236 pebulutangkis Top Dunia di Istora, Senayan, Jakarta, mulai besok 16-21 Juli.

Beberapa nama antara lain Ganda Campuran  pasangan unggulan tiga dari Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Ganda Putra nomor satu dunia asal Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya, Tunggal Putra Jepang Kento Momota, Tunggal Putri nomor wahid asal Taiwan Tai Tzu Ying dan Ganda putri Jepang Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara.

Baca juga: CABOR Jelang, Indonesia Terbuka 2019, PP PBSI: Pertahankan Gelar

Ketua Pantia Panitia Pelaksana Turnamen Bulutangkis Indonesia terbuka 2019, Achmad Budiarto usai jumpa pers mengatakan, dari sekian nama pebulutangkis top dunia yang akan hadir, memang ada beberapa nama pemain yang tidak bisa hadir. Namun untuk nama,nanti ditunggu hingga manager meeting.

"Ada informasi, ada satu atau dua yang tidak main. Akan tetapi, saya tidak bisa menginformasikam siapa yang tidak hadir,karena harus manager meeting setelah manager meetinglah nama resmi yang tidak bisa main,bisa diumumkan ke teman teman," ujar Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Bulutangkis Indonesia Terbuka 2019, di Istora, Senayan, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Saat Radio Republik Imdonesia (RRI) mengecek nama pebulutangkis putri Sainal Nehwal (India) dan Viktor Axelsen (Denmark) dipastikan tidak hadir, Achmad Budiarto enggan berkomentar lebih tegas.

" Ya, informasinya demikian,  tetapi karena saya belum mendapatkan informasi dari Refree, maka belum bisa menginformasikam secara resmi," lanjut Achmad Budiarto.

Kabarnya ada empat nama pebulutangkis dunia yang tidak hadir, dua diantaranya yunggal putri Sainal Nehwal dari India dan tunggal putra Denmark Victor Axelson yang dipastikan tidak hadir, karena cedera. Axelsen yang pernah berperingkat satu dunia itu dalam status di akun media sosialnya, @viktoraxelsen mengatakan tidak bisa hadir ke Istora Senayan, Jakarta, karena sakit.

"Halo semua. Saya berharap pesan ini bisa datang dengan catatan positif tetapi sayangnya bukan itu masalahnya. Dengan sangat sedih saya memberi tahu kalian semua bahwa saya telah mengalami sakit yang terus-menerus di kaki saya selama beberapa minggu sekarang. Setelah dinilai oleh banyak spesialis, saya disarankan untuk tidak bersaing di turnamen apa pun saat ini," tulis Axelsen.

Berdasarkan aturan main Federasi Bulutangkis Dunia, BWF jika ada pebulutangkis yang tidak hadir di ivent bergengsi kategori 1000 ini maka, pemain tersebut harus membayarkan denda sebesar USD 5000.

Dalam catatan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) hanya ada tiga ivent berkategori Super 1000, yakni  China Terbuka, All England dan Indonesia Terbuka."Apapun kondisinya, hal itu tidak menyurutkan peta persaingan yang ketat dan kualitas terbaik di turnamen berkategori 1000 Indonesia Terbuka 2019 ini," tambah Achmad Budiarto yang juga sebagai Sekjen PP PBSI.

Tuan rumah Indonesia bertekad minimal meraih satu gelar selama berlangsungnya ivent bergengsi dunia di Istora ini. Sektor ganda putra masih menjadi andalan,walaupun PP.PBSI mengharapkam adanya kejuatan dari sektor lainnya untuk meraih juara dikandang sendiri.

"Target saya bersama Mohammad Ahsan memang semifinal,itu minimal target tetapi kalau bisa juara mengapa tidak," ungkap Hendra Setiawan usai jumpa pers di Istora Senayan, Jakarta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00