• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

40 Gempa Susulan Terjadi di Halmahera Selatan

14 July
22:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi 40 gempa susulan setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,2 skala ritcher di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (14/7/2019).

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan guncangan gempa bumi pertama, dilaporkan terjadi pukul 16.00 WIB. 

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan magnitudo 7,2 SR, episenter gempa terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km,” jelasnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, lanjutnya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. 

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar,” tuturnya. 

Ia menambahkan, guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan di daerah Obi V MMI. “Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun,” ucapnya.

Gempa, kata dia, juga dirasakan di wilayah Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI.

“Dilaporkan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut di Kecamatan Gene Barat Halmahera Selatan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Rahmat mengatakan hingga pukul 21.00 WIB, berdasarkan monitoring BMKG menunjukkan 40 kali aktivitas gempabumi susulan dengan magnitudo terbesar 5.8 SR dan magnitudo terkecil 3.1. SR.

“27 gempa diantaranya dirasakan di daerah terdekat, khususnya daerah Labuha. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” tuturnya.

Ia pun meminta agar memastikan untuk memeriksa bangunan tempat tinggal yang cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali kedalam rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, seperti Instagram atau Twitter @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00