• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menristekdikti Lepas Kapal Pelat Datar 'Cucut Nusantara' ke Tual

14 July
19:42 2019
1 Votes (5)

KBRN, Tangerang : Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melepas Kapal Pelat Datar yang diproduksi oleh PT Juragan Kapal Indonesia untuk dikomersialkan sebagai Kapal Penangkap Ikan Cucut Nusantara.

Kapal berbahan baku pelat baja ini dikembangkan oleh CEO PT. Juragan Kapal Indonesia Adi Lingson saat Adi menjadi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama Dosen Teknik Perkapalan UI, Hadi Tresno Wibowo.

Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi memberikan pendampingan dan pendanaan melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) kepada Adi Lingson dan PT Juragan Kapal Indonesia. Sejak 2015 hingga saat ini perusahaan tersebut sudah beromzet Rp 6,5 miliar.

"(Kapal ini) akan langsung dikirim ke Politeknik Perikanan Negeri Tual dari Tanjung Pasir dengan estimasi berlayar selama 12 hari," ujar Menristekdikti kepada wartawan di sela-sela acara Pelepasan Keberangkatan Kapal Pelat Datar 'Cucut Nusantara' ke Politeknik Perikanan Negeri Tual, Maluku, di Pos Angkatan Laut, Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Minggu (14/7/2019). 

Hadir pada acara tersebut antara lain Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, Danposal Tanjung Pasir Lettu Laut Deky Dian Kusuma, Direktur Inovasi Industri Kemenristekdikti Santosa Yudo Warsono, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Kemenristekdikti Retno Sumekar, serta Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual Jusron Ali Rahajaan. 

Kapal Penangkap Ikan Cucut Nusantara ini rencananya diserahkan kepada Politeknik Perikanan Negeri Tual agar dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dengan konsep teaching industry bagi para mahasiswa untuk penangkapan ikan.

"Kapal ikan pelat datar ini memiliki kualitas lebih baik dan biaya produksi jauh efisien dibandingkan dengan kapal berbahan baku kayu ataupun fiber. Biaya produksi kapal ini jauh lebih murah serta memiliki usia pakai antara 20 hingga 30 tahun, dan hanya memerlukan perawatan satu atau dua tahun sekali. Kapal ini diharapkan dapat terus mendukung produk inovasi anak bangsa Indonesia," papar Menteri Nasir.

Menristekdikti berharap Kapal Pelat Datar ini dapat memiliki sertifikasi pada bulan September tahun ini, sehingga dapat diproduksi secara massal pada 2020 mendatang. 

"Kapal ini tidak ada artinya kalau tidak kita sertifikasikan, karena dalam suatu pelayaran ada resiko keamanan, resiko kecelakaan yang harus dihindari. Jangan sampai setelah kapal diproduksi, terjadi kecelakaan yang diakibatkan dari teknologi yang digunakan," tegas Menteri Nasir.

Berdasarkan spesifikasinya, Kapal Pelat Datar ini memiliki dimensi panjang 15.5 meter dan lebar 4 meter dengan tonase 28 GT. Kapasitas tangki bahan bakarnya 16.4 ton dan memiliki tangki air tawar 7.5 ton. Kapal ini memiliki ruang penyimpanan ikan sebesar 20 meter kubik dan ruang air blast freezer sebesar 8 meter kubik. Jumlah kru yang bisa diangkut sebanyak 10 hingga 13 orang, serta ruang kapal dilengkapi dengan kamar mandi dan dapur.

Perlengkapan navigasi dan telekomunikasi kapal ini mencakup kompas, GPS, echo sounder, VHF radio, dan SSB radio. Kapal ini memiliki life time hingga 20 tahun dan dapat didaur ulang. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00