• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Partai Pendukung Jokowi Dinilai Tolak Kubu Prabowo

13 July
02:21 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Beberapa partai politik (Parpol) pendukung dinilai menunjukkan gelagat menolak kubu pendukung Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto bergabung dengan koalisi pemerintahan Capres terpilih, Capres 01, Joko Widodo (Jokowi) dalam lima tahun ke depan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengakui kalau Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih memiliki peluang untuk bergabung dengan koalisi pemerintah. Hal itu sebagaimana pengalaman yang sudah-sudah.

"Cukup terbuka. Karena dalam sistem presidensial kita itu, antara pemerintah dengan oposisi memang cukup dinamis. 2014 ada 3 partai pendukung Prabowo direkrut oleh Jokowi. SBY (Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono) selama dua periode juga begitu. Partai-partai yang jagoan politiknya kalah juga dia rangkul," katanya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Jumat (12/7/2019).

Perlu diketahui, pasca Pemilu Presiden 2019 lalu, beberapa politisi partai pendukung 02 melakukan pertemuan dengan Jokowi untuk membahas isu kenegaraan. Diantaranya Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Belakangan, muncul pula wacana rekonsiliasi antara Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra dengan Jokowi.

Meski belum ada kepastian tentang akan bergabungnya partai-partai yang dulunya tergabung dalam Koalisi Adil Makmur itu ke pemerintahan, pengamatan Adi, ada beberapa Parpol pengusung Jokowi-Maruf Amin yang justru menolak.

"Kalau melihat resistensi dari dalam (Koalisi Indonesia Kerja), terutama dari Nasdem, PKB, bahkan PDI Perjuangan, sepertinya mereka agak kurang welcome (menolak) kalau ada partai pendukung Prabowo untuk saat ini bergabung dengan Jokowi," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00