• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

TKI Diduga Diperkosa Anggota Parlemen Malaysia, Pemeritah Tidak Boleh "Tidur"

13 July
01:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemeritah diminta untuk terus mendampingi salah satu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa oleh anggota parlemen Negara Bagian Perak, Malaysia, Paul Yong. Mereka tak boleh "tidur".

Praktisi TKI, Wisnu Wicaksono mengakui kalau proses hukum dalam kasus itu murni kewenangan negeri Jiran itu. Makanya pemeritah Indonesia tak bisa campur tangan dalam proses itu.

"Kalau untuk proses hukum itukan wilayah yurisdiksi Malaysia. Jadi kita pasti mau tidak mau harus mentaati yuridiksi Malaysia," katanya saat berbuncay dengan Radio Republik Indonesia, Jumat (12/7/2019).

Meski demikian, ditekankannya pemeritah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia tak boleh tinggal diam. Mereka harus terus mendampingi korban hingga dia mendapatkan keadilan sesuai peraturan dan perundang-undangan Malaysia.

"Katakanlah semacam memberikan pengawalan juga kepada pihak KBRI supaya tidak "tidur". Jadi dia harus dengan optimal dalam membela kepentingan warga negara kita yang ada disana," pungkasnya.

Senin lalu, TKI yang diduga menjadi korban perkosaan mengadu ke kepolisian Perak, Malaysia. Kepada polisi, dia mengaku diperkosa di rumah sang majikan di daerah Meru. 

Mendapat laporan itu, polisi Malaysia pun menangkap Paul Yong pada Rabu lalu. Yong pun langsung ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 376 tentang pemerkosaan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia. Jika terbukti bersalah, dia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan dicambuk.

Namun setelah memeriksa korban dan tersangka, serta meminta keduanya menjalani pemeriksaan medis, polisi Malaysia malah membebaskan Paul Yong. Dia dibebaskan setelah mendapatkan jaminan. 

Setelah dibebaskan, Paul Yong yang merupakan Ketua Komite Urusan non-Islam, Perkampungan, dan Perumahan itu berjanji akan bersikap koperatif terhadap penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian demi menuntaskan kasus itu. Namun demikian, dia tetap bersikeras tidak bersalah.

Hingga saat ini, korban dikabarkan ditempatkan di lokasi rahasia. Disana dia dijaga ketat polisi. Penjagaan itu dilakukan hingga berkas perkara kasus itu diajukan ke Markas Besar Kepolisian Bukit Aman dan Kejaksaan Negara Bagian Perak. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan jajarannya pun terus melakukan pendampingan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00