• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kasus Gub Kepri : KPK Amankan Rp 6 M

12 July
22:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dalam penggeledahan di kediaman Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dokumen dan 13 kardus serta tas berisi uang pecahan rupiah dan valuta asing, yang ketika ditotal berjumlah fantastis, miliaran rupiah.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah merincikan, dalam penggeledahan tersebut, dari kardus-kardus dan tas, penyidik mengamankan Rp 3,5 miliar. Tak hanya itu, turut disita pula tumpukan uang dalam pecahan valuta asing dengan jumlah masing-masing USD 33.200 dan SGD 134.711.

"Ditemukan uang Rp 3,5 miliar, USD 33.200 (Rp 465.731.260), dan SGD 134.711 (Rp 1.388.540.368,05). Uang ditemukan di rumah dinas, kamar Gubernur Kepri," sebut Febri kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (12/7/2019) malam.

Dalam kasus dugaan suap izin prinsip reklamasi Provinsi Kepri ini, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri Budi Hartono, dimana ketiganya diduga sebagai penerima suap dan gratifikasi jabatan. 

Satu lagi tersangka adalah dari pihak swasta bernama Abu Bakar, yang diduga sebagai pemberi suap dan gratifikasi.

Pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, 10 Juli 2019 yang lalu, KPK juga sudah mengamankan total uang Rp 666 juta dari tangan para tersangka, termasuk Gubernur Basirun.

Jika dijumlahkan, dari temuan awal sekitar Rp 666 juta dan temuan hari ini, ditambahkan, total sekitar Rp 6 miliar diamankan KPK dalam kasus ini.

Diduga Ada Pemberi Suap Berikutnya Selain Abu Bakar

Dengan mengamankan uang saat OTT Rabu, 10 Juli 2019, kemudian ditemukan lagi uang tunai miliaran rupiah di rumah dinas Nurdin Basirun hari ini, Jumat, 12 Juli 2019, KPK menduga kuat ada pemberi lain dalam kasus suap dan gratifikasi izin prinsip reklamasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Kemarin (uang OTT) dalam bentuk dolar Amerika, dolar Singapura, ringgit Malaysia, riyal, dan pecahan rupiah, itu diduga penerimaan gratifikasi. Artinya apa? Diduga ada penerimaan dan sumber lainnya, terkait dengan siapa saja sumber lain itu, tentu belum bisa disebut, karena proses penyidikan masih berjalan saat ini," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Febri menegaskan, semua temuan uang dari penyidik di lapangan, diduga kuat berkaitan erat dengan kasus izin prinsip reklamasi wilayah Provinsi Kepulauan Riau. (Rep: Jorike Fitri - RRI / Foto: EKOS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00