• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Pengamat: Partai Pendukung Prabowo Harus "Dipaksa" Jadi Oposisi

12 July
22:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Keberadaan partai-partai penyeimbang di era demokrasi sangatlah penting. Makanya, partai-partai pendukung Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto harus "dipaksa" menjadi oposisi.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno meminta Capres terpilih, Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak mengajak Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung ke pemerintahannya dalam lima tahun ke depan. Konkretnya dengan tidak memberikan mereka "jatah" menteri.

"Saya kira partai pendukung Prabowo ga usah diajak," tegasnya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Jumat (12/7/2019).

Diakuinya sebagaimana pengalaman yang sudah-sudah, bukan tidak mungkin pemenang Pilpres mengajak partai pendukung kubu sebelah untuk bergabung dalam pemerintahan. Namun demi sehatnya demokrasi di negeri ini, partai pendukung Prabowo mestinya menjadi penyeimbang yang bertugas untuk mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah.

"Partai-partai pendukung Prabowo saat ini memang harus dipaksa untuk berada di luar kekuasaan untuk jadi oposisi, penyeimbang. Itu yang paling penting," pungkas pengamat politik ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00