• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Aktivis Lingkungan Asal AS Apresiasi Pengembangan KBS Di Kota Bandung

12 July
20:55 2019
0 Votes (0)

KBRN,Bandung; Intelektual sekaligus aktivis lingkungan asal Amerika Serikat, Prof. Paul Connett sangat terkesan dengan kehadiran Kampung Kang Pisman di Kota Bandung. Ia menilai, pengembangan Kawasan Bebas Sampah (KBS) di Kota Bandung lebih maju ketimbang daerah asalnya di Amerika Serikat.

Connet sebelumnya sudah pernah berkunjung ke Indonesia pada 2016 lalu dengan misi menyuarakan gaya hidup tanpa memproduksi sampah. Penulis buku The Zero Waste Solution ini terkesima dengan gerakan Kurangi Pisahkan Manfatkan sampah (Kang Pisman) yang kini terus digelorakan di Kota Bandung.

“Di Amerika Serikat kita harus mengubah filosofi dalam mengonsumsi sesuatu, tapi kalian semua sudah memiliki tempat itu dan kalian semua sudah lebih maju dari Amerika Serikat. Kesalahan kami terlalu menekuni perkembangan teknologi, padahal yang diperlukan adalah perkembangan sosial,” ucap Connett saat diskusi di Kampung Kang Pisman RW 07 Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Jumat (12/7/2019).

Tahun ini, mantan dosen di St. Lawrence University, Canton, New York ini menyambangi lima negara untuk mengampanyekan zero waste sekaligus melihat secara langsung pola penanganan sampah di pelbagai negara. Sebelum ke Indonesia dan singgah di Kota Bandung, dia lebih dulu mendatangi Libanon, Italia, China (Republik Rakyat Tiongkok) dan Filipina.

“Sejauh ini dari lima negara itu di sini yang terbaik. Saya harap harusnya saya datang dulu ke Indonesia dan mengabarkan ke negara lain, tentang organisasi yang sudah terbentuk dan semua yang sudah dilakukan di sini,” ucapnya.

Connett menilai gerakan Kang Pisman bukan hanya menjadi seruan sesaat semata, tetap menjadi edukasi berkelanjutan bagi masyarakat dalam memperlakukan sampah. Sebagai contoh kecilnya, dia salut dengan partisipasi masyarakat yang sudah mulai memilah sampah dari rumah.

Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, saat ini di Kota Bandung sudah terdapat 8 kelurahan yang menjadi Kampung Kang Pisman. Keberadan KBS ini akan terus digenjot oleh Pemkot Bandung agar bisa terus menjamur ke kelurahan lainnya.

Dengan memperbanyak KBS ini, Yana berharap gerakan Kang Pisman semakin masif di masyarakat. Sehingga, tercipta budaya baru masyarakat Kota Bandung dalam mengelola sampah. Salah satu hasilnya adalah mampu mengurangi produksi sampah.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kawan-kawan komunitas masyarakat di sini bisa jadi tempat studi tiru bahkan bisa mereplikasi di wilayah lain. Karena sampah ini problem dan programnya kota, bukan kewilayahan saja,” kata Yana.

Yana mengatakan, saat ini pemilahan sampah mulai menunjukan daya tariknya dengan menempatkan sampah non organik yang memiliki nilai ekonomis. Untuk itu, menurutnya Pemkot Bandung akan memperbanyak porsi pengelolaan untuk sampah organik.

“Cukup banyak metode yang sudah kami uji yang disesuaikan dengan karakteristk sampah masing-masing. Karena mayoritas sampah kita ini adalah sampah organik, yang residu ini yang akan kita olah,” imbuhnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00