• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Hari Pertama Pemberlakuan Tarif Murah Pesawat Diakui Belum Optimal

12 July
19:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenkoperekonomian) sebagai regulator, sigap melakukan pengawasan berbentuk evaluasi pelaksanaan kesepakatan penurunan tarif tiket pesawat hingga 50 persen, setelah diresmikan pemberlakuannya, Kamis, 11 Juli 2019.

Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengutarakan, pemerintah bersama pihak terkait telah berusaha menurunkan tiket pesawat sehingga harganya menjadi lebih murah atau terjangkau bagi masyarakat luas. 

Namun dirinya mengakui, alokasi tiket pesawat murah yang dijanjikan itu ternyata kuota kursi penumpang yang tersedia kurang dari 30 persen dari kesepakatan sebelumnya. 

"Alokasi sebesar 30 persen seat (kursi) dari total kapasitas penumpang kalau dilihat dari reservasi tiket memang sulit terpenuhi, karena sebelum kebijakan tarif murah itu diberlakukan mungkin sudah banyak tiket pada hari itu habis terjual karena sudah dipesan jauh-jauh hari atau minggu-minggu sebelumnya,” terang Susiwijono kepada wartawan di Kantor Kemenkoperekonomian, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, sistem reservasi tiket pesawat memang bisa dibeli jauh-jauh hari. Artinya, memang benar tiket penerbangan sejak 11 Juli 2019 dan seterusnya sudah dibeli sebelumnya, dari jauh-jauh hari. Sebagian kursi (seat) kemungkinan sudah banyak yang habis atau sold out. 

“Dari total 62 penerbangan Citilink pada 11 Juli 2019, ternyata hanya 34 rute saja yang masih tersedia harga tiket dengan tarif murah. Jadi yang masih tersedia seat dengan harga murah hingga 50 persen cuma ada 34 flight, karena yang lain sudah di-book minggu-minggu sebelumnya,” kata Susiwijono.

Dari 34 rute penerbangan maskapai Citilink yang mendapat perlakukan khusus diskon tarif hingga 50 persen itu jumlahnya ada 411 seat (kursi). (Foto: EKOS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00