• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Minim Pasokan, Harga Cabai di Bukittinggi Melonjak

12 July
18:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Pantauan di lapangan, harga cabai merah di pasar tradisional Bukittinggi melonjak hingga mencapai Rp 80.000 per kilogramnya.

Sejumlah pedagang cabai merah dipasar tradisional Pasar Bawah Bukittinggi menuturkan, harga cabai merah mengalami kenaikan usai lebaran dan sekarang naik mencapai Rp 80.000/kg.

"Usai lebaran kemaren harga cabai merah beransur naik. Harganya sempat turun dan sekarang naik lagi," terangnya, Jum’at (12/7/2019).

Menanggapi kenaikan harga cabai merah itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Alizar, menyebutkan, penyebab naiknya harga cabai merah di kota Bukittinggi dikarenakan pemasok dari luar Provinsi seperti pulau Jawa, Berastagi, Bengkulu tidak masuk, termasuk pemasok dari kota terdekat seperti Solok, Agam, Tanah Datar, dan Payakumbuh.

"Jadi kalaupun stok masuk pemasok menjualnya untuk dibawa keluar kota, sehingga kebutuhan cabai di Bukittinggi berkurang, karena daerah ini merupakan central pemasok untuk dibawa keluar kota hingga luar propinsi

Menurut Alizar, polybag menjadi solusi yang ampuh dilakukan disaat harga cabai merah mengalami kenaikan saat ini.

“Melalui tanaman polybag, masyarakat bisa menanam bibit cabai di dalam tanaman pot di pekarangan rumah, dan itu bisa dimanfaatkan ketika harga cabai naik seperti saat sekarang,” ulasnya.

Alizar manambahkan, untuk membuat tanaman di cabai polybag sangat mudah dan gampang. Jika komitmen dilakukan maka kebutuhan akan cukup.

“Jadi ketika harga cabai naik seperti saat sekarang, masyarakat bisa memetik hasil dari tanaman polybag itu dan tidak harus membeli cabai di pasaran dengan harga mahal,” tukasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00