• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Tolak Ujicoba Rekayasa Jalan Sukajadi Bandung, Puluhan Sopir Angkot Unjukrasa

12 July
18:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Puluhan sopir angkutan kota melakukan aksi mogok beroperasi di Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019). Hal ini dampak dari uji coba rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Kepolisian Resor Kota Besar Bandung.

Beberapa trayek angkutan umum pun terpaksa menurunkan penumpang mereka, diantaranya angkot Ciroyom-Cicaheum, Margahayu-Ledeng, Abdul Muis-Sukajadi, Sarijadi-Ciroyom, Abdul Muis-Karangsetra, hingga Karangsetra-Cibaduyut.

Rekayasa lalu lintas yang dilakukan sejak Kamis (11/7/2019), yakni Jalan Sukajadi dari arah bawah mulai Jalan Eyckman-Sukajadi menjadi satu arah sampai dengan Jalan Sukajadi-Jalan Setiabudhi, Jalan Sukawangi tidak bisa lurus masuk ke jalan Dr Sutami dan berbelok ke Jalan Sukajadi. Sementara, kendaraan yang mengarah ke Jalan Sutami masuknya dari Jalan Karang Sari-Sukajadi dan belok kiri ke Jalan Dr Sutami.  Kemudian, Jalan Bungur dari arah bawah mengarah ke Jalan Dr Sutami disatu-arahkan dari Sukajadi-Bungur sampai dengan Bungur-Dr Sutami. 

Untuk kendaraan dari arah timur Jalan Dr Sutami tidak bisa belok kiri ke Jalan Bungur dan diluruskan ke Jalan Dr Sutami. Jalan Setiabudhi dari arah Utara disatu-arahkan dari Setiabudhi-Sukajadi sampai dengan Setiabudhi-Cipaganti.

Tak hanya itu, jalur Cipaganti pun turut terdampak rekayasa, yang semula kendaraan mengalir dari arah bawah Jalan Cipaganti mengarah Jalan Setiabudhi menjadi satu arah dari atas Jalan Setiabudhi-Cipaganti sampai dengan Cipaganti-Pasteur.

Terdampak ini, sekitar sebelas trayek angkot bertumpuk di satu jalur. Hal ini yang membuat para supir angkot cukup meradang. Tak hanya itu, potensi kehilangan penumpang pun bisa terjadi.

“Dampaknya sangat besar, kita turun di Cipaganti mau narik siapa, penumpangnya siapa, tapi kalau bisa lewat Jalan Sederhana, walaupun dikit-dikit tetap ada. Kalau semua ke Sukajadi kan bertumpuk,” ujar Ketua Kelompok Pelayanan Usaha Margahayu-Ledeng Hendi.

Bertumpuknya trayek angkot tersebut, dikhawatirkan Hendi, bisa menimbulkan gesekan antara sopir. Hal itulah yang tak diinginkan oleh para pengusaha angkutan umum di Kota Bandung.

“Kami tidak mau ada gesekan. Mudah-mudahan aspirasinya direalisasikan oleh pihak terkait, dalam hal ini Dishub dan kepolisian,” cetusnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00