• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Akademisi Desak DPR Tunda Pengesahan RUU Pertanahan

12 July
17:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta: Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia yang tergabung dalam FOReTIKA mendesak penundaan pengesahan RUU Pertanahan oleh DPR RI, Jumat (12/7/19). 

Sebab isi RUU tersebut dinilai belum mengedepankan asas keterbukaan informasi publik dan masih memerlukan kajian lebih intensif dengan melibatkan banyak pihak termasuk para akademisi bidang kehutanan. 

Seperti diketahui, Pemerintah dan DPR berencana mengesahkan RUU ini sebelum peridoe DPR RI 2014-2019 berakhir. 

“Kami (akademisi) merasa belum banyak dilibatkan, sangat berisiko apabila diberlakukan di saat ada proses transisi di DPR RI, sangat mengakawatirkan, sementara ini soal keputusan strategis membawa dampak jangka panjang,” kata Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr. Budiadi kepada wartawan di kampus UGM Yogyakarta, Jumat (12/7). 

Budiadi meminta agar Presiden meninjau ulang serta mendialogkan kembali isi dari beberapa pasal di dalam RUU tersebut yang menurutnya berkaitan erat dengan persoalan pengelolaan hutan yang selama ini maksimal. 

“Kita tahu kinerja kita bidang kehutanan belum bagus, lahan kritis mencapai 14 juta hektar yang masuk dalam kawasan hutan, jangan sampai nantinya kawasan konservasi ada izin usaha kelola hutan dan pertanahan,” kata Budiadi merespon RUU Pertanahan. 

Oleh karena itu Budiadi mendesak Presiden agar bisa mengarahkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersama Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membahas secara detil RUU tersebut agar lebih mementingkan faktor ekologi dan sosial ketimbang faktor ekonomi semata. 

Sementara itu Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Rinekso Soekmadi mengapresiasi upaya penyempuranan UU No 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria yang dituangkan dalam RUU Pertanahan. 

Namun demikian, menurut Rinekso, RUU tersebut belum secara maksimal memperhatikan aspek kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. 

“RUU ini menyangkut banyak sektor termasuk kehutanan dan bukan hanya semata-mata persoalan tanah dan penguasaan lahan,” ungkap Rinekso.

Ketua FOReTIKA ini meminta DPR RI menunda pengesahaan RUU pertanahan tersebut dan melanjutkan pembahasannya pada peridoe DPR RI selanjutnya agar bisa memberikan kesempatan kepada para pihak untuk menyampaikan masukan secara komprehensif.

Penyampaian pernyataan sikap ini selain dihadiri Dekan Fakultas Kehutanan UGM dan IPB juga dihadiri akademisi kehutanan dari Universitas Jambi, Universitas Mulawarman, Universitas Tadulako, Univeritas Tanjungpura dan Univeritas Muhammadiyah Palangkaraya.(mun).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00