• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

FPP Jabar Apresiasi Program Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Hidupkan dan Budaya Ponpes

12 July
17:22 2019
1 Votes (5)

KBRN, Subang : Forum Pondok Pesantren Jawa Barat, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memghidupkan seni dan budaya di Pondok Pesantren.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Ketua FPP Jawa Barat KH. Maman S Jamaludin, saat meninjau pelatihan kesenian Sunda di Ponpes Darul Falah Desa Cimanggu Kecamatan Cisalak Subang, Jumat (12/7/2019).

Maman mengungkapkan, tahun 2018 di Jawa Barat,  5 sekolah yang berbasis pesantren mendapatkan bantuan  berupa perlengkapan seni dan budaya.

"Program ini bagus, merupakan langkah maju dari pemerintah, yang mana keberadaan pondok pesantren, untuk membangun citra seni dan budaya Sunda dengan baik, kami anggap ini sebuah keberhasilan," ujar KH. Maman kepada wartawan di Subang, Jum'at (12/7/2019).

Selama ini menurut Maman, yang mampu membangun sekaligus mengembangkan seni dan budaya di Pondok Pesantren di Jawa Barat, berkat peranan Direktur Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid. 

"Beliau memiliki visi dan misi membangun citra seni dan budaya di ponpes, yang diharapkan bisa menembus keterbatasan ponpes selama ini. Keterbatasan Pondok Pesantren selama ini, padahal jika menengok sejarah sebelumnya pada jaman para Waliyulloh, pondok pesantres ini sebagai lumbung seni dan budaya, bahkan sebagai sentral kemajuan bangsa ini, sekaligus sebagai cikal bakal dari lembaga pemdidikan formal di tanah air," terangnya.

Dalam kesempatan itu KH. Maman juga berharap, kedepan pondok pesantren bukan hanya sebagai pusat kegiatan Islam, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan seperti yang dicontohkan para wali dan ulama beberapa abad lalu.

"Saya percaya kepada Hilmar Farid, karena komitmennya untuk menghidupkan kembali budaya atau tradisi poros maritim yang sejak lama hilang, termasuk menghidupkan kebudayaan di pondok pesantren, sebagai warisan para wali dan ulama terdahulu," pungkas Maman.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00