• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Tour de Singkarak Menguat Dibisniskan

12 July
17:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang; Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mewacanakan untuk mengomersialkan penyelenggaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS).

Hal tersebut tercetus, supaya beban anggaran pelaksanaan TdS tidak lagi ditanggung pemerintah daerah. Terlebih kucuran bantuan dari pemerintah pusat untuk kegiatan ini, tak lagi besar. Padahal kegiatan ini sangat diperlukan daerah, serta terbukti efektif menjadi ajang promosi dan mengundang masuknya investasi di sektor pariwisata.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menambahkan, ajang balap sepeda internasional ke sebelas tersebut diyakini dapat mengekspos dan mempromosikan wilayah yang dilewati pada dunia. Oleh karena itu, wacana mengomersialkan penyelenggaraan TdS tidak akan merugikan pihak manapun.

Ia menjelaskan, ke depan bagi provinsi tetangga, jika ingin ikut serta masuk menjadi rute TdS, mesti membayar pada Provinsi Sumatera Barat. Sejauh ini, sudah ada beberapa kabupaten/kota di provinsi tetangga yang menyatakan ketertarikannya, seperti dari Provinsi Riau, Jambi, dan Bengkulu. Bahkan Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi telah memastikan keikutsertaan untuk kali pertama  pada gelaran TdS tahun ini.

“Kerinci dan Sungai Penuh sudah masuk etape tahun ini. Muko-Muko Provinsi Bengkulu menyatakan minat, lalu ada dari Riau juga. Ini menandakan TdS sudah diminati. Kalau bisa swasta ikut jadi sponsor untuk mempromosikan produknya juga, bisa produk telekomunikasi,” ucapnya pada RRI, di Padang, Jumat (12/07/2019).

Lebih lanjut, Nasrul Abit menjelaskan, jika komersialisasi telah berjalan ke depannya, TdS berkemungkinan dijual pengelolaannya pada pihak ketiga, sehingga Pemprov Sumatera Barat bisa merasakan langsung keuntungannya secara bisnis. Namun wacana tersebut membutuhkan pemikiran dan pembahasan lebih mendalam.

“Memang arahnya nanti seperti Tour de France. Tapi bukan hal mudah menuju konsep itu. Perlahan-lahanlah,” tuturnya.

Sementara itu, Race Director TdS, Jamaluddin Mahmood, menjelaskan, komersialisasi TdS merupakan ide bagus. Namun Ia menegaskan, kendati daerah lain bisa ikutserta pada TdS, namun jumlah etape tidak boleh ditambah, maksimal 9 etape.

“Bagus juga ide ini. Tetapi etape tidak boleh lebih dari 9. Kalau terlalu banyak etape, maka pembalap rentan menggunakan segala cara untuk menang, dopping misalnya. Hal itu tentunya akan mengurangi poin TdS. Kalau daerah lain boleh ikut, maka daerah yang berminat harus bidding dulu, jangan terlalu banyak agar rutenya tidak terlalu panjang,” jelasnya.

Untuk tahun ini, TdS 2019 direncanakan dilaksanakan 2 hingga 10 November mendatang. Ada 9 etape dengan panjang total 1.333 km, dengan total hadiah yang disediakan tahun ini sebesar Rp2,3 miliar. (MO)

Berikut 9 Etape TdS 2019.

Etape I, Pantai Gondoria Pariaman - Istana Baso Pagaruyuang (107,3 km)

Etape II, Kantor Bupati Pasaman- Jam Gadang Bukittinggi (112,2 km)

Etape III, Lembah Harau Lima Puluh Kota - Padang Panjang (129,9 km)

Etape IV, Payakumbuah - Kabupaten Agam (206,5 km)

Etape V, Dharmasraya - Sawahlunto (205,3 km)

Etape VI, Singkarak- Solok Selatan (181,5 km)

Etape VII, Kayu Aro- Dermaga Kerinci (82,9 Km)

Etape VIII, Sungai Penuh -Pesisir Selatan  (200,4 km)

Etape IX, Pessel - Padang (107,7 km)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00