• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Milenial jokowi dan Prabowo Selenggarakan Young Penting Indonesia

12 July
17:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Tahapan Pemilihan Presiden 2019 telah selesai secara konstitusional melalui palu hakim di Mahkamah Konstitusi. Keputusan MK ini menandakan supremasi hukum masih dijunjung tinggi di atas dinamika politik yang ada. Kekhawatiran banyak pihak terhadap dinamika politik pasca-Pilpres tidak terbukti. Pilpres berakhir dengan baik dan damai. Baik elit maupun pendukung pasangan 01 dan 02 telah menunjukkan kedewasaan politik masing-masing. 

Dua kelompok milenial kedua pasang calon, KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) berencana menggelar acara kolaborasi bertajuk Young Penting Indonesia. Acara akan digelar di Kemang Village, Sabtu (13/6) sore. Acara tersebut, nantinya akan dihadiri Sandiaga Uno dan Erick Thohir sebagai pembicara utama.

Sebagaimana diketahui, baik KitaSatu maupun GMI merupakan relawan milenial yang aktif mendukung pasangan calon masing-masing pada Pilpres lalu. Kini kedua relawan sepakat untuk membangun kolaborasi.

Arief Rosyid sebagai inisiator acara mengatakan, dalam momentum Pilpres 2019 yang lalu, generasi milenial di kedua kubu telah menunjukkan peran penting. Milenial berhasil menjadi vote-getter yang signifikan bagi masing-masing calon. Lebih lanjut, Arief juga berpendapat bahwa meski para pemuda-pemudi sempat berbeda pandangan, namum milenial di semua kubu punya kepentingan yang sama. Bagaimana menggeser peran milenial dari sekadar objek suara, menjadi subjek yang ikut menentukan perubahan.

“Kita lihat, dari mulai pilihan lsu dan program yang dibawa masing-masing calon, hampir semua berkisar di isu-isu terkait milenial. Baik di pasangan 01 maupun 02. Penggerak kampanye kreatif di kedua kubu juga adalah generasi milenial. Peran mereka (milenial) sangat dominan. Sekarang, milenial ingin segera mengakhiri rivalitas Pilpres. Kita perlu bergerak dari tahapan kompetisi ke tahapan kolaborasi, sama-sama membangun bangsa. ujar Arief, saat menyampaikan keterangan persnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan (12/07/2019).

Senada dengan Arief, hal yang sama diungkapkan Sasha Tutuko, Koordinator Nasional GMI. Menurutnya, generasi muda Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat lebih diasah melalui berbagai kolaborasi. Untuk itu kata Sasha, GMI sebagai wadah bagi milenial,  akan turut bekerjasama dengan semangat persatuan dalam membangun bangsa Indonesia, sesuai dengan apa yang diamanahkan Pembina GMI, Sandiaga Salahuddin Uno.

"Acara kolaborasi ini dilakukan sebagai usaha menjaga persaudaraan dalam politik. Kami menghargai aspirasi teman-teman sesama pendukung. jadi dengan acara ini tidak perlu mengubah posisi masing-masing. Dalam demokrasi kan ada mekanisme check and balance. Seperti pesan Bang Sandiaga Uno ,pembina kami, anak muda harus dapat bekerjasama membangun negeri ini dengan semangat persatuan Indonesia. Perbedaan yang ada, jangan sampai merusak persaudaraan di antara generasi muda" ujar Sasha, Koordinator Nasional GMI.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Pradana lndraputra sebagai Koordinator KitaSatu mengatakan, demokrasi bukan hanya tentang hasil, tapi juga prosesnya. Bagaimana bangsa Indonesia bisa belajar, membangun pengtdaman bersama. “Seperti Pak Jokowi yang tidak pernah membeda-bedakan kelompok manapun. Selalu menerima dengan tangan terbuka. Kita memilih demokrasi agar bangsa kita semakin kuat. Bukan sebaliknya." kata Dana.

Menurutnya, saat ini perubahan terjadi sangat cepat, dan persaingan antar bangsa juga semakin ketat. Sehingga Dana berharap, generasi milenial siap terlibat dalam pemerintahan, dengan memegang tanggungjawab yang lebih besar.

"Kami generasi milenial bukan minta dilibatkan. Selama ini kami justru telah terlibat secara mendalam. Kami merasa ikut bertanggungjawab menemani Pak Jokowi. Pemerintahan ke depan perlu punya roadmap pembangunan SDM milenial. Agar ada legacy yang jelas dalam menghadapi tantangan di masa depan," tutup Dana.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00