• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Jaksa Agung Perintahkan Penundaan Eksekusi Baiq Nuril

12 July
15:58 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jaksa Agung HM Prasetyo meminta Baiq Nuril tidak khawatir perihal eksekusi kasusnya. 

Menurut HM Prasetyo  Baik Nuril merupakan  korban  pelecehan seksual verbal yang  yang kini tengah diupayakan permohonan Amnesti kepada Presiden  Joko Widodo

"Untuk Bu Baiq Nuril ga perlu khawatir ketakutan pada eksekusi, dimasukkan dalam jeruji besi, tidak. Kita akan lihat perkembangan selanjutnya," ujar Prasetyo usai bertemu langsung dengan Baiq Nuril, di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Jaksa Agung HM Prasetyo  mengaku sudah perintahkan  KejaksaanTinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) agar tidak memikirkan perihal eksekusi terlebih dahulu.

"Saya sebagai penuntut umum tertinggi telah perintahkan Kajati Nusa Tenggara barat untuk tidak memikirkan  eksekusi putusan MA," ujarnya.

HM Prasetyo  mengatakan  Presiden Joko Widodo juga memberikan perhatian khusus pada kasus ini, terlebih perihal pemberian amnesti.

"Saya saat melapor kepada beliau, saya sudah tahu beliau akan memberikan amnesti," katanya.


Untuk kasus Baiq Nuril HM Prasetyo berpendapat  hukum tidak hanya soal keadilan dan kebenaran. Dalam kasus ini, Prasetyo menilai ada persoalan kesetaraan gender yang harus diperhatikan.

"Kembali ke hukum bukan untuk sekadar mencari keadilan dan kebenaran, tapi kemanfaatan harus diperhatikan, kita lihat ada kepentingan hukum yang lebih besar dan HAM khususnya perempuan. Ini bagian dari politik kesetaraan gender, tentunya ini harus diperhatikan bersama," tuturnya Prasetyo.

Pada pertemuan dengan Jaksa Agung  Nuril yang didampingi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka, mengajukan surat penangguhan eksekusi dari 132 pihak yang mendukung perjuangan Nuril mencari keadilan meski langkah hukum telah dianggap selesai dan tinggal menunggu Amnesti dari PResiden Joko Widodo dengan Pertimbangan Wakil Rakyat di DPR.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00