• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Amnesti Baiq Nuril, Presiden Jokowi: Sampai Meja Saya, Diputuskan Secepatnya

12 July
14:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum menerima berkas permohonan amnesti dari Baiq Nuril, guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang Peninjauan Kembali (PK) kasus pelecehan seksualnya ditolak Mahkamah Agung (MA), sehingga harus menjalani hukuman 6 (enam) bulan penjara dan denda Rp500 juta.

Kepala Negara menegaskan, berkas permohonan belum sampai di meja kerjanya. Jika sudah sampai, akan segera ditindaklanjuti cepat untuk menyelesaikan masalah itu.

“Kalau sudah masuk meja saya, ada rekomendasi-rekomendasi dari kementerian terkait, kami putuskan secepatnya," tegas Presiden Jokowi usai menghadiri acara Pembukaan Karta Kreatif Indonesia (KKI) 2019, di Exhibition Hall A Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).

Sebelumnya, Presiden Jokowi memperbolehkan Baiq Nuril mengajukan amnesti menyusul keluarnya putusan PK dari MA. Namun Jokowi mengutarakan, bakal membicarakannya lebih dahulu dengan Menteri Hukum dan HAM, Jaksa Agung, dan Menko Polhukam.

“Untuk menentukan apakah amnesti, apakah yang lainnya,” kata Presiden Jokowi saat berada di Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, secara terpisah, Jaksa Agung M.Prasetyo telah memerintahkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB untuk menangguhkan eksekusi hukuman yang seharusnya dijalani Baiq Nuril terkait keputusan MA itu.

“Saya sudah perintah kepada Kajati NTB untuk jangan dulu berbicara soal eksekusi,” kata Prasetyo kepada wartawan usai menerima Baiq Nuril, di kantornya, Jumat (12/7/2019).

Kejaksaan, menurut Prasetyo, tidak akan terburu-buru melakukan tindakan eksekusi meskipun proses hukum sudah final.

Dirinya menegaskan, Kejaksaan harus melihat kepentingan yang lebih besar lagi yakni pertimbangan kemanusiaan dan rasa keadilan yang muncul di tengah masyarakat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00